Dari konser Metallica, Candra Ary Fianto menyadari bahwa budaya pop bisa mempengaruhi peta politik di Indonesia. Legislator Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, ini pun terpesona saat membaca buku Metal vs Orde Baru: Perjuangan Politik Megawati yang Bermula Usai Konser Metallica 1993 karya Abdullah Sammy,
“Momentum pergerakan ternyata bisa dibentuk lewat budaya. Musik menjadi medium perlawanan yang pada saat itu mencerminkan kekecewaan para pemuda terhadap Orde Baru,” kata Candra, Kamis (8/1/2025).
Candra kagum dengan Megawati Soekarnoputri yang bisa memanfaatkan gerakan budaya pada saat Rezim Orde Baru tengah menancapkan kukunya. Kemunculan musik metal dan Megawati, menurutnya, sama-sama dibenci Orde Baru kaeena sama-sama dianggap sebagai simbol perlawanan.
Buku Metal vs Orde Baru: Perjuangan Politik Megawati yang Bermula Usai Konser Metallica 1993 adalah buku pertama yang selesai dibaca Candra pada awal 2026. Ia kini tengah membangun tradisi membaca sebagai bagian dari resolusi tahun 2026.
“Setiap hari saya sempatkan membaca minimal 30 halaman buku setiap pagi untuk menambah wawasan dan informasi,” kata Candta. Tak hanya membaca, Candra menuliskan kembali substansi dan ide-ide yang muncul dari buku-buku tersebut.
Candra ingin kebiasaan membaca dan menulis bisa tumbuh di kalangan kader PDI Perjuangan. Ia mengingatkan, bahwa Sukarno memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berpidato sama baiknya. Tiga kualitas yang menurut Candra harus dimiliki seorang politisi. [wir]






