Manchester (beritajatim.com) – 2026 tampaknya bakal jadi tahun favorit Arsenal dalam dua dekade terakhir. Sebab, mimpi mereka untuk juara Premier League kali pertama sejak The Invincibles 2003–2004 mendekati kenyataan lantaran saat ini unggul 6 poin dari Manchester City dan Aston Villa (48 poin berbanding 42 poin).
Itu dipicu hasil seri 1-1 yang dipetik City ketika menghadapi Chelsea pada matchweek ke-20 Senin dini hari (5/1/2026). Makin menyakitkan bagi City lantaran hasil imbang tersebut didapat di kandang sendiri, Etihad Stadium.
Apalagi, tim asuhan Pep Guardiola itu kehilangan tiga angka di menit-menit akhir via gol Enzo Fernandez (90+4′). Padahal, mereka unggul 1-0 sejak menit ke-42 via gol gelandang berdarah Indonesia, Tijjani Reijnders.
Alih-alih mendekati Arsenal. Hasil seri ini membuat City kini memiliki poin yang sama dengan Villa. Mereka hanya unggul diferensiasi gol (+26 berbanding +9).
Artinya, City membuang empat poin di dua matchweek terakhir. Sebelum ditahan Chelsea, mereka juga ditahan Sunderland (2/1/2026).
“Aku tidak punya bola ajaib untuk melihat masa depan (hasil di akhir musim, Red). Fokus kami adalah laga terdekat vs Brighton & Hove Albion (8/1/2026)” ujar tactician City Pep Guardiola kepada BBC.
City memang tidak boleh terlalu memikirkan hasil buruk di dua laga terakhir. Sebab, bulan ini mereka masih memiliki tujuh laga lagi.
Salah satu yang paling krusial adalah derbi Manchester di matchweek ke-22 (22/1/2026). Jika tidak segera kembali ke tren positif, bukan tidak mungkin City kian tertinggal dari Arsenal atau bahkan Villa. (dio)






