Mojokerto (beritajatim.com) – Puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di ruas Tol Jombang–Mojokerto diprediksi berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 2 hingga 4 Januari 2026. PT ASTRA Infra mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang guna menjamin keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di jalur utama Jawa Timur tersebut.
Head of Operations Management, IT & EHS ASTRA Infra, Zanuar Firmanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan berbagai langkah operasional untuk memastikan layanan jalan tol tetap optimal. Fokus utama pengamanan dilakukan di wilayah Mojokerto dan sekitarnya yang menjadi titik krusial pergerakan kendaraan.
“Untuk ruas Tol Jombang–Mojokerto, puncak arus balik kami perkirakan terjadi pada 2 sampai 4 Januari 2026. Kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan,” ungkap Zanuar pada Sabtu (3/1/2026).
Zanuar menekankan pentingnya kesiapan logistik perjalanan, seperti kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik agar tidak menimbulkan antrean atau hambatan di gerbang tol. Bagi pengemudi yang mulai merasa lelah, disarankan untuk memanfaatkan fasilitas rest area atau tempat istirahat di luar jalan tol setelah berkendara maksimal selama empat jam.
Data internal ASTRA Infra menunjukkan volume kendaraan masih cukup tinggi hingga awal tahun baru. Pada H+7 Natal atau 1 Januari 2026, tercatat sebanyak 39.440 kendaraan melintasi ruas Tol Jombang–Mojokerto. Angka ini merepresentasikan kenaikan sekitar 46,85 persen dibandingkan lalu lintas harian normal.
Meskipun menunjukkan lonjakan signifikan dari hari biasa, angka tersebut tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 3,64 persen jika dibandingkan dengan periode Nataru 2024/2025. Secara kumulatif hingga H+7 Natal, total volume kendaraan mencapai kisaran 78 ribu unit, atau meningkat 39,59 persen dari lalu lintas normal.
Tren peningkatan volume kendaraan di ruas ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak H-7 Natal atau 18 Desember 2025 dengan 31.515 kendaraan. Lonjakan drastis terus terjadi pada H-5 Natal sebanyak 45.439 kendaraan, dan menyentuh angka tertinggi pada hari H Natal (25 Desember 2025) dengan 52.435 kendaraan atau melonjak 95 persen dari kondisi normal.
Kepadatan arus lalu lintas terpantau bertahan di level tinggi hingga H+3 Natal dengan volume 57.816 kendaraan sebelum melandai menjelang pergantian tahun. Menghadapi sisa arus balik, pengelola tol meminta pengendara untuk menghindari jam-jam sibuk dan selalu memperbarui informasi mengenai rekayasa lalu lintas yang mungkin diberlakukan.
Mengingat kondisi cuaca, ASTRA Infra juga meminta pengguna jalan menyesuaikan kecepatan kendaraan maksimal 70 km/jam saat terjadi hujan. Hal ini penting untuk menghindari risiko kecelakaan akibat jalan licin atau jarak pandang yang terbatas.
“Kami mengingatkan pengendara agar tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat karena sangat berbahaya. Disiplin berlalu lintas dan mengikuti imbauan keselamatan menjadi kunci kelancaran arus balik,” pungkas Zanuar. [tin/ian]






