Khofifah (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat pleno Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang membahas arah pembangunan Jawa Timur 2026, dengan percepatan pembangunan Jalur Lintas Pantai Selatan (Pansela) sebagai salah satu prioritas utama. Rapat pleno Pemprov Jatim tersebut digelar secara daring melalui zoom meeting dari RSUD Karsa Husada Kota Batu.
Pelaksanaan rapat pleno dilakukan secara hybrid, dengan para pejabat Pemprov Jatim mengikuti rapat dari lokasi berbeda. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengikuti rapat dari Kantor Dinas Perhubungan Jatim, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dari Ruang Kerja Sekda, sementara Kepala Perangkat Daerah mengikuti dari kantor masing-masing.
Khofifah menegaskan rapat pleno menjadi forum strategis untuk menyinkronkan program sekaligus mengevaluasi perjalanan pembangunan Jawa Timur sepanjang 2025. Selain evaluasi, rapat ini juga menjadi momentum menyiapkan prediksi, mitigasi, serta arah kebijakan pembangunan Jawa Timur di tahun 2026.
“Hari ini kita bisa menyinkronkan dan sekaligus melakukan evaluasi diperjalanan 2025 serta menyiapkan semua prediksi mitigasi serta arah pembangunan Jawa Timur di tahun 2026,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, perjalanan Pemprov Jatim selama 2025 menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait realisasi belanja modal. Kondisi tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh, baik melalui pendekatan inward looking maupun outward looking.
“Artinya inward looking, ke dalam ini apa yang kita harus berbenah, kalau outward looking bagaimana ke depan kita bisa melakukan realisasi belanja lebih signifikan dan lebih berdampak,” tambahnya.
Khofifah menekankan pentingnya realisasi pembangunan yang lebih signifikan dengan dampak nyata bagi masyarakat. Di tengah kebijakan efisiensi, ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah pengurangan anggaran, melainkan penyesuaian agar program pembangunan Jawa Timur tetap berjalan optimal.
“Di tengah efisiensi, bahasa Pak Wagub ini bukan pengurangan anggaran karena efisiensi, tapi penyesuaian. Kita semua harus menyesuaikan. Proses penyesuaian ini bisa disinergikan dengan maksimalisasi koordinasi dengan Kementerian terkait. Semua program pembangunan harus jemput bola lebih signifikan dan proaktif mengkomunikasikan antara bupati/walikota dengan Kementerian terkait,” ungkapnya.
Terkait arah pembangunan Jawa Timur 2026, Khofifah menyebut penguatan pelayanan dasar tetap menjadi fokus utama, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial. Pada sektor infrastruktur, percepatan pembangunan Jalur Pansela menjadi prioritas strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah selatan Jawa Timur serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Selain percepatan Jalur Pansela, program infrastruktur Pemprov Jatim juga diarahkan pada penguatan koordinasi dan kerja sama antarwilayah dalam pengelolaan kawasan perkotaan, serta pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana pendukung menuju pelabuhan.
Pada bidang pendidikan, arah pembangunan Jawa Timur 2026 melalui program prioritas Jatim Cerdas difokuskan pada pemerataan dan peningkatan akses pendidikan, perluasan bantuan pembiayaan dan beasiswa pendidikan tinggi, penguatan sekolah terbuka dan pesantren, peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, pengembangan kurikulum pendidikan menengah kejuruan dan vokasi, serta pengembangan sekolah berbasis boarding school.
Sementara itu, bidang kesehatan melalui program prioritas Jatim Sehat diarahkan pada pemerataan dan peningkatan akses layanan kesehatan, penyelenggaraan layanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan, serta peningkatan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Di bidang sosial, program prioritas Jatim Sejahtera mencakup penguatan perlindungan sosial yang adaptif, terintegrasi, dan inklusif, peningkatan akses infrastruktur pelayanan dasar, serta pengembangan ekonomi lokal sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan Jawa Timur.
“Kita akan terus kuatkan pelayanan dasar supaya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini akan jadi pondasi pembangunan yang menjadi prasyarat bagi kemajuan di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. [tok/beq]






