Lumajang (beritajatim.com) – Setahun terakhir tidak sedikit Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang yang memasuki batas usia pensiun (BUP).
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang, sepanjang tahun 2025 tercatat ada sebanyak 451 PNS yang pensiun.
Adapun rinciannya, sebanyak 297 pegawai berasal dari tenaga pendidikan alias guru. Terdapat juga 50 pegawai penjabat struktural dari tingkat eselon II dan eselon III. Kemudian sisanya 23 tenaga kesehatan serta 19 tenaga teknis.
Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi (P2I) BKD Lumajang Ahadi Apriyanto mengatakan, PNS dari tenaga kependidikan menjadi golongan yang paling banyak pensiun di tahun 2025. Disusul jabatan struktural eselon II dan eselon III.
Menurutnya, terdapat juga sebanyak 373 PNS yang diprediksi akan kembali pensiun karena telah masuk BUP sampai tahun 2026 berakhir.
“Ini untuk 2025 total PNS pensiun ada sebanyak 451 dari teknis, pendidikan, sama kesehatan. Ada juga struktural. Sedangkan untuk tahun 2026 itu prediksinya yang BUP,” terang Ahadi, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, saat ini belum diketahui pasti berapa kuota PNS yang akan bisa di isi lewat perekrutan.
Selain belum ada informasi tentang seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi (KemenPAN-RB). Proses pengusulan kebutuhan pegawai di lingkungan Pemkab Lumajang juga masih dihitung.
“Jadi, untuk pengisiannya ini nanti nunggu ada kebutuhan lagi. Biasanya, formasi itu kita disuruh mengusulkan, yang pensiun sekarang berapa. Nah, kita kan masih memprediksi lagi, jadi tidak tau mana yang kekurangan tenaga,” tambahnya.
Ahadi menyebut, untuk bisa mengusulkan kebutuhan pegawai di pemerintah daerah, pihaknya masih menunggu penetapan kebutuhan pegawai dari KemenPAN-RB.
“Nanti ketika sudah penetapan baru pemda mengusulkan, berapa kebutuhan dan kemampuannya. Apa akan disetujui Menpan sesuai usulan atau bisa di bawah atau di atasnya. Setelah itu baru bisa menjadi informasi kebutuhan,” ungkap Ahadi. (has/ian)






