Blitar (beritajatim.com) – Awal tahun 2026, wajah sektor pertanian di Kabupaten Blitar dipastikan bakal lebih modern. Pasalnya untuk menyambut musim tanam baru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar resmi menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada 82 Kelompok Tani (Poktan) dari 17 kecamatan.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Blitar, Rijanto di Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun. Langkah ini dinilai sebagai manuver strategis pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan iklim dan target swasembada nasional.
Bupati Rijanto menegaskan bahwa sektor pertanian adalah detak jantung ekonomi Kabupaten Blitar. Mengingat 80% penduduk Bumi Penataran menggantungkan hidup di sektor ini, sehingga modernisasi menjadi harga mati.
“Bantuan Alsintan ini bukan sekadar alat kerja tambahan. Ini adalah bentuk komitmen kami agar petani Blitar naik kelas. Kita ingin hasil produksi meningkat, namun dengan cara yang lebih sehat dan berkelanjutan melalui penggunaan pupuk organik dan pestisida hayati,” tegas Rijanto pada Kamis (01/01/2026).
Bupati Blitar juga menekankan pentingnya Pertanian Presisi. Menurutnya, petani di era sekarang tidak boleh lagi hanya mengandalkan pola lama.
“Petani Blitar harus inovatif, kreatif, dan adaptif. Zaman sudah berubah; teknologi harus menjadi sahabat petani untuk meningkatkan nilai jual produk kita,” imbuhnya.
Data menunjukkan performa pertanian Blitar sepanjang 2024 cukup impresif dengan luas tanam padi mencapai 44.091 hektare dan luas panen 38.734 hektare. Total produksi tercatat sebesar 254.999 ton Gabah Kering Panen (GKP).
Kehadiran Alsintan baru ini diharapkan mampu menutup celah efisiensi dan meningkatkan angka produksi tersebut di tahun 2026. Sehingga target wacana swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat bisa tercapai.
Sementara itu, perwakilan Poktan dari Kecamatan Selorejo, Talun Blitar , Sugeng tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, bantuan ini adalah suntikan semangat baru bagi para petani di lapangan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran DKPP. Alat ini akan kami rawat dan gunakan secara adil antar anggota kelompok. Semoga ini menjadi awal yang baik agar pertanian Blitar semakin berdaya dan berjaya,” ungkap Sugeng. (owi/but)






