Blitar (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang gizi pelajar di Kota Blitar kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, keluhan datang dari wali murid SMKN 1 Blitar yang mendapati jatah makanan anaknya tidak sesuai standar, bahkan dinilai melanggar Prosedur Operasional Standar (SOP).
Bukan nasi kotak lengkap dengan lauk pauk siap santap, siswa justru menerima telur mentah yang dibagikan sekaligus untuk jatah enam hari atau secara dirapel. SG, salah seorang wali murid yang berdomisili di RW 05 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Ia mengungkapkan bahwa menu “nyeleneh” tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai MBG ke SMK Negeri 1 Blitar.
Menurut SG, kondisi telur yang diterima pun memprihatinkan. Karena dibagikan dalam jumlah banyak tanpa pengemasan yang aman, sebagian telur sampai ke tangan siswa dalam kondisi pecah. “Menu MBG-nya berupa telur mentah dan diberikan langsung untuk jatah enam hari. Kondisinya juga ada yang pecah,” ungkap SG pada Senin (29/12/2025).
Wali murid menduga adanya ketidakseriusan pihak penyedia dalam mengelola anggaran negara untuk gizi anak sekolah. Pemberian bahan mentah dinilai sebagai cara gampang yang mengabaikan esensi program MBG untuk menyediakan asupan gizi siap konsumsi bagi pelajar.
Atas kejadian ini, para wali murid mendesak Dinas Pendidikan maupun pihak terkait di Kota Blitar untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja SPPG yang bersangkutan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan kualitas gizi yang sampai ke anak didik tidak akan terpantau dan justru mubazir. “Ini harus ada evaluasi sih, agar seperti ini tidak terulang kembali,” tandasnya. (owi/kun)






