Mojokerto (beritajatim.com) – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto. Salah satunya dirasakan wisata alam Alas Veenuz di Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, yang mulai mengalami lonjakan kunjungan saat libur Nataru 2025/2026.
Direksi Alas Veenuz Trawas, Ismail, menyebutkan sejak pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB, tercatat sekitar 480 pengunjung telah memasuki kawasan wisata yang berada di kawasan hutan pinus tersebut. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga malam hari dan mencapai puncaknya saat pergantian tahun.
“Sejak pagi pukul 08.00 WIB hingga siang ini sudah sekitar 480 pengunjung. Biasanya lonjakan tertinggi terjadi di akhir pekan dan malam Tahun Baru. Dari kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan kami memiliki pengunjung dari Batam yang setiap dua bulan sekali datang ke sini,” ungkapnya, Kamis (25/12/2025).
Selain menyuguhkan panorama alam, Alas Veenuz juga menghadirkan beragam wahana wisata keluarga, mulai dari playground anak, taman kelinci, wahana kuda, kereta anak, hingga area camping ground reguler, glamping, dan campervan yang menjadi favorit wisatawan pencinta alam. Tak hanya berorientasi pada hiburan, Alas Veenuz juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Saat ini, kami memberdayakan sekitar 90 tenaga kerja lokal yang menggantungkan penghidupannya di Alas Veenuz. Harapan kami, kunjungan wisata saat liburan ini bisa terus meningkat agar roda perekonomian masyarakat ikut bergerak,” katanya.
Pada libur Nataru 2025/2026 kali ini, pengelola juga menyiapkan sejumlah agenda tematik. Salah satunya Green Warrior Camp yang digelar pada 27–28 Desember 2025. Kegiatan ini mengusung konsep camping sekaligus aksi penanaman pohon di kawasan Gunung Welirang sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.
“Tiketnya mulai Rp180 ribu sampai Rp200 ribu, terbuka untuk umum. Dengan tiket seharga itu, peserta akan mendapatkan bibit tanaman, fasilitas tenda untuk camping, makan dan snack, sekaligus transportasi menuju lokasi, yakni di Puncak Bidadari. Ini kali pertama, nantinya akan diadakan sebulan sekali, tetapi jika peminatnya banyak bisa dua minggu sekali,” jelasnya.
Tujuan kegiatan tersebut yakni penghijauan dengan melihat kondisi Indonesia saat ini dan juga menjadi tanggung jawab Alas Veenuz untuk mengajak masyarakat menanam di hutan agar bisa dinikmati anak cucu nantinya. Selain itu, acara Rasa Fana 2026 akan digelar pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
“Acara ini dikemas dengan konsep camping, hiburan musik, api unggun, serta sajian kuliner yang dimasak langsung oleh Chef Syahril, jebolan MasterChef Indonesia Season 10. Melalui berbagai agenda ini, kami ingin Alas Veenuz tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pelestarian lingkungan,” pungkasnya. [tin/kun]






