Surabaya (beritajatim com) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan optimisme tinggi bahwa Indonesia berada di ambang sejarah baru dalam pencapaian swasembada pangan nasional. Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Perkebunan di Jawa Timur, Mentan menegaskan bahwa target swasembada yang semula diproyeksikan memakan waktu empat tahun, kini berpotensi besar tercapai hanya dalam waktu satu tahun.
“Jika tidak ada aral melintang, minggu depan kita bisa menyatakan Indonesia swasembada. Ini prestasi tercepat yang pernah kita raih. Padi sudah merdeka, jagung sudah merdeka, dan tahun depan kita targetkan gula kristal putih menyusul,” tegas Mentan Amran Sulaiman di hadapan jajaran Forkopimda Jawa Timur, Kamis (19/12/2025).
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa Jawa Timur memegang peranan krusial karena merupakan basis utama dengan kontribusi mencapai 70 persen dari total produksi gula nasional. Guna mengejar target swasembada gula total pada tahun 2029, pemerintah telah menyiapkan peta jalan (roadmap) perluasan lahan yang dilakukan secara bertahap.
“Kita memulai langkah step-by-step melalui perluasan lahan dan program bongkar ratoon tebu. Tahun 2025, kami menargetkan penanaman di lahan seluas 100.000 hektar untuk memastikan produksi gula mencapai 8,1 juta ton secara keseluruhan pada 2029,” ujar Abdul Roni.
Terkait ketersediaan stok, ia memastikan posisi gula kristal putih untuk konsumsi saat ini berada dalam kondisi aman. Dengan produksi sekitar 2,7 juta ton hingga Desember ini ditambah sisa stok (carry over) tahun lalu sebesar 1,3 juta ton, Indonesia memiliki cadangan sekitar 1,2 hingga 1,3 juta ton untuk dibawa sebagai stok awal tahun 2026.
Menanggapi rencana ekspansi lahan tersebut, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menyatakan kesiapan infrastruktur pengolahan. PT SGN berencana menggelontorkan investasi sebesar Rp800 miliar untuk melakukan optimalisasi dan menghilangkan kendala teknis (bottlenecking) pada 24 pabrik gula yang dikelola perusahaan.
“Saat ini kapasitas pabrik kita masih di kisaran 70 persen. Dengan tambahan luas areal sekitar 70.000 hektar di Jawa Timur, potensi tambahan tebu akan sangat terserap. Investasi ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi proses agar potensi rendemen di lapangan dapat teroptimalkan,” jelas Mahmudi.
PT SGN juga menargetkan peningkatan angka rendemen secara bertahap, dari kisaran 7,5 persen pada tahun depan menuju target di atas 8,5 persen dalam empat tahun mendatang seiring dengan perbaikan varietas bibit dan modernisasi pabrik.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Utama PTPN Holding, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, serta kepala daerah dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Kehadiran seluruh elemen pimpinan daerah ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga momentum swasembada.
Sebagai bentuk keseriusan, Mentan menginstruksikan seluruh jajaran di sektor perkebunan dan BUMN pangan untuk tetap bekerja maksimal tanpa libur di penghujung tahun 2025 demi merampungkan target anggaran dan persiapan musim tanam mendatang.[rea]






