Lamongan (beritajatim.com) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyebut ada sejumlah kendala yang menghambat percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Yandri menyebutkan, dari target nasional pembangunan KDMP di 80 ribu desa, saat ini realisasi pembangunannya baru lebih dari 20 ribu KDMP.
Menurut Yandri, pihaknya terus melakukan koordinasi untuk penyiapan lahan secara bertahap. Sampai saat ini sudah hampir 45 ribu lahan sudah tersedia.
“Kita tergatnya di akhir 2025 ini, Insyaallah selesai 25 ribu Kopdes. Dan itu insyaallah siap beroperasi,” kata Yandri, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Lamongan, Senin (21/12/2025).
Lebih lanjut Yandri menjelaskan, pembangunan KDMP memang dilakukan secara bertahap. Tahun depan, pihaknya menargetkan 75 ribu KDMP akan terbangun.
“Pemerintah menargetkan 75 ribu desa telah memiliki gerai Kopdes. Paling lambat pertengahan tahun 2026,” ujarnya.
Yandri mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi dalam percepatan pembangunan KDMP adalah ketersediaan lahan. Baik dari sisi ketersediaan lahan maupun ukuran lahan.
“Nah sekarang yang kita bagun itu yang benar-benar clear, termasuk status lahannya, apakah itu tanah desa atau tanah kabupaten, kecamatan, provinsi atau tanaha negara,” tuturnya.
Saat ini yang menjadi fokus Kemndes adalah soal ukuran lahan, yang sebelumnya luas lahan yang tersedia diteteapkan berukuran 20×30 meter.
Rencananya, kata Yandri, ke depan pihaknya akan memberikan toleransi terhadap desa-desa yang terkendala ukuran lahan, agar pembangunan KDMP segera bisa terealisasi.
“Karena ada banyak pertanyaan dari kepala desa, bagaimana yang tanahnya tidak memenuhi ukuran 20×30. Ini akan tetap kita bangun, dengan penyesuaian-penyesuaia. Oleh jarena itu, kita akan terus genjot, sehingga di pertengahan 2026, Insyaallah semua desa akan ada gerai dan gudang Kopdes,” ucap Yandri. [fak/aje]






