Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah pusat menaruh harapan besar pada desa sebagai motor baru penggerak ekonomi nasional. Hal itu tercermin dalam dimulainya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto yang dilakukan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyebut, kehadiran KDMP diyakini mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa Mojokerto. Apalagi, saat ini kinerja ekonomi daerah menunjukkan tren positif. “Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto pada Triwulan III 2025 mencapai 6,5 persen,” ungkapnya.
Bahkan di akhir tahun melonjak dari 5,3 persen menjadi 6,3 persen. Dengan KDMP, Gus Barra (sapaan akrabnya, red) optimistis pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto bisa semakin terdongkrak. Menurutnya, penguatan ekonomi desa melalui koperasi sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Mojokerto.
Yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menekan angka pengangguran terbuka yang saat ini berada di angka 3,87 persen. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto siap mengawal penuh program nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk penguatan ekonomi berbasis desa.
Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto menekankan bahwa KDMP hadir bukan untuk menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), melainkan memperkuatnya. “Keduanya diharapkan berjalan beriringan dalam menggerakkan perekonomian desa.
BUMDes dan Kopdes itu satu paket,” tegasnya.
Tidak untuk dipertentangkan, tapi harus saling menguatkan dan membesarkan ekonomi masyarakat desa. Ia mengapresiasi Desa Kembangbelor yang telah sukses mengembangkan BUMDes melalui pengelolaan destinasi wisata Bernah De Valley dan Eco Klurak. Menurutnya, keberadaan KDMP akan melengkapi kebutuhan dasar warga.
“Mulai dari akses pupuk, kebutuhan pokok, hingga permodalan yang lebih sehat. KDMP hadir untuk memotong mata rantai yang merugikan masyarakat. Desa tidak boleh terus bergantung pada rentenir. Pembangunan KDMP merupakan implementasi Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Program tersebut akan diterapkan secara nasional dengan dukungan lintas sektor, termasuk TNI. Ia pun mendorong Pemkab Mojokerto memetakan potensi 304 desa agar kebutuhan pangan dan ekonomi lokal dapat dipenuhi dari desa sendiri.
“Kalau desa bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, saya yakin pertumbuhan ekonomi Mojokerto bisa menembus 8 persen,” pungkasnya.
Setelah peletakan batu pertama KDMP di Desa Kembangbelor, Mendes PDT Yandri Susanto melanjutkan agenda ke Universitas Abdul Chalim (UAC) untuk melakukan potong tumpeng pembangunan kampus UAC. [tin/aje]






