Blitar (beritajatim.com) – Genderang perang babak 32 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) 2025 resmi ditabuh. PSBI Blitar, sang raksasa dari Bumi Penataran, kini bersiap mengarungi fase krusial setelah dipastikan tergabung dalam Grup GG.
Laskar Singo Lodro akan berhadapan dengan tiga kekuatan sepak bola daerah yang tak bisa dipandang sebelah mata. Tergabung di Grup GG, PSBI Blitar akan berhadapan dengan Akor FC Jombang, Persida Sidoarjo, dan raksasa barat Jatim yakni Persinga Ngawi.
PSBI Blitar melangkah ke babak 32 besar dengan predikat runner-up. Perjalanan Laskar Singo Lodro di fase sebelumnya tergolong impresif. Anak asuh Kurnia Patmedi ini sukses mengunci tiket setelah menyapu bersih dua laga awal dengan performa meyakinkan.
Blitar Poetra ditekuk 2-0 dalam derby lokal, disusul pembantaian Arek Suroboyo FC dengan skor telak 5-1. Meski sempat tersandung di laga pamungkas saat menyerah 1-2 dari Persenga Nganjuk, konsistensi Singo Lodro di dua laga awal menjadi bukti bahwa mereka adalah ancaman nyata bagi penghuni Grup GG.
Ambisi PSBI Blitar untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Blitar tidak main-main. Pembina PSBI Blitar yang juga Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, memberikan dukungan moral dan material yang luar biasa bagi skuad kebanggaan masyarakat Blitar tersebut.
Guna memompa semangat tanding di babak 32 besar, Beky secara terbuka menjanjikan guyuran bonus fantastis jika PSBI mampu menembus babak empat besar. Bonus ini pun diharapkan bisa memotivasi anak Singo Lodro.
“Kalau nanti masuk empat besar, saya kasih bonus Rp30 juta untuk PSBI. Hal ini untuk memotivasi mereka agar bisa melangkah lebih jauh. Kami ingin Singo Lodro kembali ke kasta yang seharusnya,” tegas Beky dengan penuh optimisme.
Tergabung di Grup GG merupakan ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad PSBI. Persinga Ngawi dikenal memiliki pertahanan gerendel. Tim Persinga Ngawi pun lolos ke babak 32 besar dengan status juara grup M.
Tim kuat lainnya Persida Sidoarjo selalu memiliki talenta muda yang eksplosif. Tim sekota Deltras Sidoarjo tersebut bahkan berhasil memenangkan 4 laga di babak awal dan mengunci posisinya sebagai juara grup.
Akor FC Jombang pun tak jarang menjadi tim kuda hitam yang menyulitkan tim besar. Akor FC lolos ke babak 32 besar dengan status runner up sama seperti PSBI Blitar.
Kekalahan dari Persenga Nganjuk di laga terakhir fase grup menjadi alarm penting bagi tim pelatih untuk segera membenahi lini belakang. Namun, dengan torehan 8 gol dalam tiga laga, lini depan PSBI diharapkan tetap tajam untuk membongkar pertahanan lawan-lawan mereka di Grup GG.
Masyarakat Blitar kini menaruh harapan besar di pundak Laskar Singo Lodro. Dengan janji bonus puluhan juta di tangan dan nama besar Blitar di dada, mampukah PSBI mengamankan tiket babak selanjutnya. [owi/beq]






