Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, komitmen fokuskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk program prioritas, sekalipun saat ini angka APBD diproyeksikan turun dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 1,8 triliun.
“Keterbatasan fiskal tentu akan berdampak pada realisasi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2025-2029, tapi kami tetap komitmen fokuskan APBD 2026 pada program prioritas,” kata Pj Sekda Pamekasan, Taufikurrachman, Kamis (18/12/2025).
Selain itu pihaknya memastikan jika RPJMD sudah ditetapkan, dan sudah seharusnya ada komitmen untuk merealisasikan untuk mencapai target yang ditetapkan. “Tentunya setiap tahun pasti selalu ada tantangannya, sehingga harus diselesaikan sesuai regulasi yang sudah ada,” tegasnya.
Penyusunan anggaran dari beragam program dalam RAPBD 2026 tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, sehingga belanja yang dikeluarkan lebih tepat sasaran dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Artinya setelah kita mengalokasikan beberapa kegiatan yang sifatnya wajib, misalnya belanja pegawai, pembayaran hutang, dan lain sebagainya. Baru nanti difokuskan ke program prioritas yang mendukung visi dan misi bupati,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya tetap komitmen menjalin komunikasi dan koordinasi intens dalam merealisasikan tugas dan fungsi bersama seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Pamekasan. “Dengan begitu mudah-mudahan kita bisa mewujudkan target RPJMD, tapi kita lihat dulu perkembangannya nanti seperti apa, sambil lalu menunggu RAPBD ditetapkan melalui paripurna,” pungkasnya. [pin/but]






