Jakarta (beritajatim.com) – Pasca pertandingan Malut United melawan Persib Bandung pada Minggu (14/12/2025), muncul fakta memilukan berupa aksi rasisme di media sosial yang ditujukan kepada pemain Malut United, Yance Sayuri. Aksi tersebut muncul setelah adanya insiden antara Yance Sayuri dan pemain Persib Bandung, Mark Klok, dalam pertandingan tersebut.
Sebagai operator kompetisi Super League musim 2025/2026, I.League mengutuk keras tindakan rasisme itu, meski terjadi di ranah media sosial.
“Kami mengecam keras tindakan rasisme. Apa pun bentuknya dan di mana pun terjadinya, tidak ada tempat bagi rasisme. Termasuk di ruang digital yang selama ini juga menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Direktur Utama I.League, Ferry Paulus pada Selasa (16/12/2025).
Ferry menegaskan, I.League bersama PSSI terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk melawan praktik rasisme di sepak bola nasional. “Oleh karena itu, kami berharap semua pihak menunjukkan komitmen dan tanggung jawab yang sama dalam memerangi rasisme,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ferry menyebut I.League tengah mengkaji penguatan regulasi anti-diskriminasi di seluruh kompetisi yang berada di bawah naungannya. Selain itu, I.League juga akan menggencarkan kampanye edukasi bersama klub dan komunitas suporter.
“Sekali lagi kami mengimbau, tidak ada tempat bagi rasisme di sepak bola. Sepak bola harus kita jaga bersama karena sepak bola menyatukan kita semua,” pungkas Ferry. (faw/kun)






