Sidoarjo (beritajatim.com) – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menggebrak upaya penanganan kanker di Indonesia dengan meresmikan fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka, khususnya Fluorodeoxyglucose (FDG), di Sidoarjo, Jawa Timur. Melalui anak usahanya, PT Global Onkolab Farma (GOF), fasilitas ini diharapkan menjadi jawaban atas minimnya ketersediaan FDG, zat vital untuk deteksi dini kanker menggunakan teknologi Positron Emission Tomography and Computed Tomography Scanning (PET/CT-Scan).
Peresmian ini, yang berlangsung pada 15 Desember 2025, dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan utama, termasuk Kepala Badan POM, Taruna Ikrar; Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Dr. Jeffry Ardiyanto; dan Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Bapeten, Haendra Subekti.
Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, menekankan pentingnya lokasi fasilitas ini di Jawa Timur, terutama untuk melayani masyarakat di Indonesia Timur. Radiofarmaka memiliki waktu paru (waktu efektif obat bekerja) yang sangat singkat. Jika diproduksi di Jakarta, pengiriman ke wilayah timur akan menyebabkan kehilangan waktu paru, membuat penggunaannya kurang optimal.
“Jika diproduksi di Jawa Timur, jaraknya ke Makassar cuma waktu 1 jam bahkan kurang. Jadi masih spesifik untuk penggunaannya, lebih tepat dan efisien serta efek yang lebih bagus,” jelas Taruna Ikrar di sela peresmian.
Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulia Lie, menegaskan bahwa fasilitas produksi di Sidoarjo ini adalah wujud nyata kontribusi perusahaan terhadap kemandirian kesehatan di Indonesia. “Kami ingin memastikan bahwa rumah sakit di Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi, dapat memperoleh radiofarmaka secara lebih cepat dan terjangkau,” ujar Mulia Lie.
Mulia Lie memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Kesehatan, Badan POM, dan Bapeten atas dukungan dalam mengakselerasi perizinan. Dikatakan, Sertifikasi CPOB dari Badan POM diterima hanya dalam 33 hari kerja, sementara Izin Operasional dari Bapeten selesai dalam 45 hari kerja, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempermudah akses kesehatan vital ini.
Produksi FDG ini akan menunjang layanan PET/CT-Scan yang sangat penting dalam mendeteksi kanker secara dini, membantu pasien menjalani terapi komprehensif. Saat ini, fasilitas produksi radiofarmaka tersertifikasi di dalam negeri masih sangat terbatas.
Selain untuk tatalaksana kanker/onkologi, Kalbe juga menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit agar radiofarmaka ini dapat dimanfaatkan untuk penilaian jantung, neurologi, alzheimer, dan gangguan psikiatri/mental.
“Kerja sama ini memberikan nilai tambah pada layanan Oncology Center di rumah sakit, mencakup penyediaan obat kemoterapi, layanan radioterapi, hingga produk nutrisi untuk perawatan kanker,” tutup Mulia Lie, menandai langkah besar Kalbe dalam memperluas akses layanan kesehatan canggih di Tanah Air.[rea]






