Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah petani di Kabupaten Bojonegoro yang mendaftar program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) baru menyentuh angka 11.745 petani per 2025 ini. Padahal, program tersebut menjadi solusi penting untuk melindungi modal kerja petani jika mengalami gagal panen.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Yuni Arba’atun, menyatakan bahwa AUTP sangat krusial sebagai jaring pengaman usaha tani. Perlindungan ini aktif jika gagal panen disebabkan oleh faktor di luar kendali petani, seperti serangan hama, banjir, kekeringan, atau bencana alam lainnya.
“Melalui AUTP, ketahanan usaha petani akan lebih kuat. Mereka bisa memulihkan usahanya dengan cepat sehingga produksi padi tetap berjalan meski terkena dampak kerugian,” jelas Yuni, Jumat (12/12/2025).
Data DKPP per 2025 menunjukkan, ada 11.745 petani yang sudah mendaftar AUTP. Pendaftaran AUTP bisa langsung melalui kelompok tani masing-masing. Namun, saat ini baru ada di sembilan kecamatan yang sudah memanfaatkan program tersebut.
Kecamatan Baureno memimpin partisipasi dengan 5.044 petani, disusul Kanor (2.480 petani), Kalitidu (745 petani), Padangan (700 petani), Dander (694 petani), Purwosari (623 petani), Malo (554 petani), Kapas (476 petani), dan Bojonegoro (429 petani).
“Pendanaan premi asuransi ini bersumber 20 persen dari APBD Kabupaten Bojonegoro dan 80 persen dari APBD Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan keikutsertaan petani, DKPP Bojonegoro melakukan sosialisasi intensif pada 26-27 November 2025 di Kecamatan Kanor dan Baureno. Kegiatan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) setempat itu dihadiri puluhan petani, mewakili 21 kelompok tani (poktan) dari Kanor dan 51 poktan dari Baureno.
Upaya pendaftaran masif AUTP ini penting mengingat potensi risiko pertanian yang tinggi. Berdasarkan data Sensus Pertanian 2023, jumlah petani di Bojonegoro ada sekitar 333.951 orang. Sementara yang sudah terdaftar AUTP baru ada 11.745 petani. [lus/suf]






