Bondowoso (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem kembali memukul wilayah Bondowoso. Hujan lebat disertai angin kencang pada Rabu dan Kamis, 10-11 Desember 2025 menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan, beberapa pohon tumbang, hingga dinding penahan tanah ambrol.
Plt Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto, membenarkan rangkaian laporan yang masuk sejak Rabu siang. Ia menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Prajekan menjadi titik paling terdampak angin kencang, sementara Kecamatan Klabang diguncang tanah longsor.
“Laporan pertama kami terima melalui WhatsApp dari masyarakat. Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan rumah warga rusak ringan. Sehari berikutnya, hujan kembali memicu longsor di Klabang. Semua sudah kami tangani,” terang Kristianto, Kamis, 11 Desember 2025.
Di Prajekan, kerusakan tersebar di empat desa: Prajekan Lor, Prajekan Kidul, Walidono, dan Tarum. Total 24 rumah mengalami kerusakan ringan, serta 6 pohon tumbang. Satu pohon dilaporkan menimpa rumah warga di Dusun Krajan I, Desa Prajekan Lor.
“TRC BPBD langsung melakukan pemotongan pohon menggunakan chainsaw. Pohon-pohon yang menimpa atap rumah sudah berhasil dievakuasi,” ujarnya.
Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Walidono, dengan 19 rumah terdampak. Sementara Desa Tarum mencatat empat rumah rusak ringan karena pohon tumbang, dan Prajekan Lor mencatat satu rumah rusak.
Pada Kamis sore, hujan deras memicu tanah longsor di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang. Longsor merusak dinding penahan tanah (TPT) sepanjang 9 meter dengan tinggi 2 meter.
“Tim kami segera turun melakukan asesmen. Kami juga dropping logistik peralatan untuk mendukung kerja bakti masyarakat. Tidak ada korban jiwa,” jelas Kristianto.
Seluruh penanganan di dua kecamatan tersebut melibatkan BPBD Bondowoso, pemerintah desa, brigade penolong, Babinsa, serta masyarakat setempat. Hingga laporan terakhir dikirim, situasi disebut terkendali.
“Cuaca di Prajekan dan Klabang masih mendung, tetapi kondisi aman. Kami imbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa berulang,” pungkasnya. (awi/ian)






