Pamekasan (beritajatim.com) – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum Banyuanyar (DUBA) dan SMA Negeri 1 Pamekasan, tampil sebagai tim terbaik ajang Latihan Gabungan (Latgab) Palang Merah Remaja (PMR) Madya dan Wira 2025 di GOR SMP Negeri 1 Pamekasan, Jl R Abd Aziz 125 Pamekasan, Minggu (7/12/2025).
Dalam program tahunan bertajuk Latgab PMR yang digagas Korp Sukarelawan (KSR) Unit Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, dengan tema ‘PMR Generasi Z; Cerdas, Berprestasi dan Siap Aksi Kemanusiaan’, diikuti sebanyak 25 tim dari dari berbagai lembaga pendidikan di Pamekasan.
Jumlah tersebut meliputi sebanyak 9 tim madya dari 8 lembaga pendidikan tingkat menengah (MTs dan SMP) di Pamekasan. Serta sebanyak 16 tim lainnya katagori Wira yang berasal dari 13 lembaga pendidikan tingkat atas (SMA dan sederajat).
“Pada ajang Latgab PMR ini, terdapat 6 tim berbeda ditetapkan sebagai tim terbaik dari dua katagori berbeda. Masing-masing 3 tim untuk katagori Madya, serta 3 tim lainnya untuk katagori Wira,” kata salah satu panitia pelaksana, Cholida Maula Sasmita, Senin (8/12/2025).
Keputusan dan penetapan tim terbaik tersebut, disesuaikan berdasar katagori tim PMR, meliputi katagori Madya dan Wira. ‘Untuk tingkat Madya, terbaik pertama MTs Darul Ulum Banyuanyar, disusul SMP Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar (sebelumnya terbaik pertama dan kedua ditulis terbalik), serta terbaik ketiga SMP Negeri 5 Pamekasan,” ungkapnya.
“Sementara untuk terbaik pertama katagori Wira, yakni Tim PMR SMA Negeri 1 Pamekasan, disusul PMR SMA Negeri 4 Pamekasan sebagai runner-up, serta MA (Madrasah Aliyah) Darul Ulum Banyuanyar terbaik ketiga,” imbuhnya.
Sebelumnya Wakil Kepala Markas PMI Pamekasan, Yulianto Prayitno juga menyampaikan selamat kepada kepada seluruh peserta Latgab PMR, terutama bagi tim terbaik dari dua katagori berbeda. “Tentu kami berharap semoga hal ini dapat menjadi motivasi kedepan agar bisa lebih baik lagi, termasuk bagi tim PMR lain agar tetap semangat, sekaligus tetap komitmen untuk meningkatkan motivasi demi semangat kemanusiaan,” harapnya.
“Mudah-mudahan latihan gabungan ini dapat meningkatkan pengetahuan keterampilan dalam pertolongan pertama, kesehatan remaja dan gerakan kepalangmerahan. Termasuk juga sebagai evaluasi dan monitoring, mempererat persahabatan, serta membangun karakter dan kepemimpinan dengan fokus kepedulian sosial,” sambung Yuli.
Tidak hanya itu, latgab tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan personil PMR tentang kepalangmerahan, memperdalam nilai-nilai kemanusiaan, serta memperkuat solidaritas dan tanggungjawab sosial. “Program ini merupakan kita harapkan dapat menjadi wadah untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan jiwa kepemimpinan dengan semangat kemanusiaan,” pungkasnya. [pin/but]






