Gresik (beritajatim.com) – Ratusan rumah di Desa Banjaran dan Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, mengalami kerusakan parah usai dihantam angin puting beliung yang terjadi pada Jumat (5/12/2025). Kendati tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, aktivitas warga di dua desa tersebut masih terganggu hingga Sabtu (6/12/2025) akibat kerusakan material yang cukup masif.
Dampak kerusakan terbesar tercatat menimpa struktur atap hunian warga. Kabid Kedarutan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, FX Driatmoko Herlambang, mengonfirmasi bahwa kedua desa tersebut menjadi titik terparah dampak bencana hidrometeorologi kali ini.
“Berdasarkan pendataan, setidaknya ada 115 rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang amblas akibat diterjang angin puting beliung,” katanya, Sabtu (6/12/2025).
Kerusakan tersebut tersebar secara signifikan di dua wilayah. Di Desa Karangandong, tercatat 80 rumah terdampak, terutama yang berada di wilayah RT 1 hingga RT 4 RW 04. Sementara itu, di Desa Banjaran, kerusakan menimpa 35 rumah yang berlokasi di kawasan RT 5 RW 01 dan RT 3 RW 06.
Selain merusak hunian, angin kencang juga menyebabkan kerusakan infrastruktur pendukung. FX Driatmoko menuturkan, “Selain menerjang pemukiman, angin puting beliung juga mengakibatkan pohon tumbang yang menimpa kabel jaringan PLN sehingga terjadi pemadaman listrik di beberapa titik.”
Merespons kondisi darurat tersebut, Polres Gresik bersama BPBD setempat bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik pascakejadian. Penyaluran bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga yang aktivitas hariannya lumpuh total.
Bantuan yang disalurkan mencakup lauk pauk, paket makanan, matras, selimut, terpal, hygiene kit, perlengkapan kebersihan, serta sandang untuk pria dan wanita. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas kondisi warga di tengah proses pemulihan.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, memastikan pihaknya terus memantau situasi di lapangan demi keselamatan warga. “Pasca kejadian kami telah melakukan pendataan lanjutan atas kerusakan rumah warga serta memastikan masyarakat berada di tempat aman,” ujar Kompol Musihram.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pembersihan puing material bangunan, perbaikan atap, serta penanganan jaringan listrik yang tertimpa pohon. Pemerintah daerah memastikan proses pemulihan akan terus dilakukan secara bertahap agar aktivitas sosial ekonomi warga dapat kembali normal.
“Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada atap maupun pohon tumbang menimpa kabel PLN. Bertahap mulai dibersihkan satu persatu,” pungkas Musihram. [dny/beq]






