Surabaya (beritajatim.com) — Bantaran Sungai Kali Tebu di Kenjeran, Surabaya, resmi menyambut era baru kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Sebuah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis masyarakat resmi beroperasi, menjadi buah manis kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) antara PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, didukung oleh Baitul Mal Muamalat.
IPAL ini akan dikelola secara mandiri oleh warga RW 09 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya. Tujuannya ganda: menghentikan limbah rumah tangga langsung mengalir ke sungai, sekaligus menjadi pusat kegiatan produktif yang ramah lingkungan.
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Anindita Harcahyaningdyah, S.I.K., yang turut meresmikan fasilitas ini, menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban bersama. “Semoga dengan hadirnya IPAL ini dapat dijaga secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar,” harapnya.
Lebih lanjut, Kabid Kebersihan & Pemberdayaan DLH Kota Surabaya, Moch. Rokim, S.T., memuji inisiatif ini sebagai percontohan bagi wilayah Surabaya lain. “Kita tidak hanya mengelola limbah, tetapi juga menjaga tepi sungai agar tetap lestari,” ujarnya, merujuk pada kegiatan penanaman pohon di bantaran sungai yang turut dilakukan dalam peresmian.
Direktur Utama Pelindo Marine Service, Warsilan, mengapresiasi semangat warga RW 09. Ia berharap sinergi ini melahirkan manfaat ekonomi. “Kami berharap IPAL ini dimanfaatkan untuk kegiatan produktif demi menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” ungkap Warsilan.
Harapan tersebut disambut antusias oleh Yoyok Soehendro, Ketua RW 09. Warga tidak hanya menerima IPAL, tetapi juga bibit tanaman hortikultura. “Kami akan memanfaatkan IPAL untuk kegiatan produktif yang ramah lingkungan, seperti menanam hortikultura, budidaya lele, serta mengembangkan aktivitas bernilai ekonomi dengan tujuan menjaga ekosistem sungai,” jelas Yoyok, menunjukkan kesiapan warga mengubah limbah menjadi peluang.
Program IPAL ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat, mengukuhkan langkah Surabaya menuju kota yang tidak hanya bersih, tetapi juga berdaya secara ekonomi.[rea]






