Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC tertahan di papan tengah klasemen usai gagal mendulang poin kala bertandang ke markas Borneo FC, pada lanjutan Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (22/11/2025).
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab harus mengakui kekalahan dari tim tuan rumah Pesut Etam dengan skor tipis 1-0. Sebiji gol tim tuan rumah dicetak penyerang andalan Douglas Continho pada menit 88′.
Kekalahan tersebut sekaligus menjadi kekalahan debut bagi sang pelatih, Carlos Eduardo Biasi Parreira yang menyanyikan posisi Angel Alfredo Vera yang digeser sebagai direktur teknik tim kebanggaan suporter Madura Bersatu.
Dari hasil tersebut, tim asal Pulau Garam Madura, masih tertahan di posisi tengah klasemen, tepatnya di posisi 12 klasemen dengan torehan 13 poin berkat hasil 3 kali menang, 4 kali imbang dan 5 kali kalah. Mereka baru mencetak 10 gol dan kebobolan sebanyak 13 gol dari 12 laga yang dijalani.
Sejatinya pada laga tersebut, Madura United sempat memiliki peluang emas mencetak gol. Namun eksekusi penalti Jordy Wehrmann pada menit 74′, gagal dikonversi gol. Termasuk sekitar 6 peluang emas sepanjang waktu normal juga gagal membuahkan hasil.
Terlebih kegagalan tersebut juga juga sempat diwarnai dengan beberapa keputusan kontroversial Wasit Ridwan Pahala, yang dinilai cenderung memihak tim tuan rumah dan merugikan tim tamu. Beberapa keputusan kontroversial tersebut di antaranya tidak memberikan kartu apapun atas pelanggaran keras kedua Kei Hirose kepada Paulo Sitanggang.
Termasuk ketika Kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata melakukan pelanggaran keras kepada Striker Madura United Aji Kusuma di area penalti. Bahkan pelanggaran tersebut tidak mengakibatkan kartu apapun, sekalipun jenis pelanggaran relatif keras.
Selanjutnya, mereka akan kembali menghadapi laga berat menghadapi tim kuat lainnya, yakni Persib Bandung, di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (30/11/2025) mendatang. [pin/kun]






