Lumajang (beritajatim.com) – Di tengah kepungan debu vulkanik dan masa tanggap darurat, secercah harapan datang bagi ratusan warga terdampak Erupsi Gunung Semeru di Lumajang. PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik mendesak, menegaskan peran perusahaan tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga bagian dari komunitas yang berempati.
Bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat ini diserahkan langsung melalui Posko Penanganan Pengungsi di Kantor Kecamatan Pronojiwo, salah satu lokasi yang paling merasakan dampak amukan Semeru.
Yunianta, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan SGN, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan dalam menghadapi bencana.
“SGN hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan duka para warga terdampak. Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang kami salurkan benar-benar menjawab kebutuhan paling mendesak,” ujarnya.
Penyaluran bantuan ini tidak dilakukan sembarangan. SGN secara khusus memprioritaskan kebutuhan kelompok rentan yang memerlukan perlindungan ekstra di pengungsian.
“Prioritas kami adalah warga yang membutuhkan perlindungan ekstra, seperti anak-anak, ibu, dan lansia,” tambah Yunianta.
Paket bantuan yang disalurkan mencakup sembako, perlengkapan keluarga dan perlengkapan ibu dan anak, matras, mantel hujan, hingga komoditas utama perusahaan, gula pasir, untuk menjamin kebutuhan konsumsi harian pengungsi yang mengalami keterbatasan mobilitas.
Manager Keuangan dan Umum PG Jatiroto, Apit Eko Prihantono, yang turut berada di lokasi, menjelaskan pentingnya mekanisme penyaluran lewat posko.
“Posko memiliki data lengkap tentang kebutuhan warga, sehingga bantuan bisa diarahkan langsung dan tidak tumpang tindih. Ini kunci agar bantuan tepat sasaran,” tegas Apit.
Di tengah kesibukan relawan dan petugas yang beraktivitas intens, Apit turut menyampaikan harapan besar agar kondisi segera pulih. “Kami turut prihatin atas musibah ini dan berharap kondisi segera pulih tanpa adanya bencana susulan,” tutupnya.[rea]






