Jember (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 2025 adalah 71,57. Jember berada di peringkat lima terbawah di antara 38 kabupaten dan kota.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Jember masih memerlukan perhatian yang lebih serius,” kata Widarto, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, ditulis Sabtu (22/11/2025).
Widarto mengingatkan pentingnya membangun sumber daya manusia untuk menjaga keberlanjutan seluruh proses pembangunan daerah. “Sesuai catatan BPS Jatim, IPM dihitung menggunakan angka Umur Harapan Hidup hasil Long Form SP2020, karenanya update angka umur harapan hidup tersebut mengakibatkan penyesuaian angka IPM,” katanya.
“Karenanya, kami mendorong agar Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026 juga diarahkan untuk mempercepat peningkatan IPM,” kata Widarto.
Widarto berharap Pemkab Jember berfokus pada kebijakan pendidikan gratis, pelayanan kesehatan berkualitas, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengurangan kesenjangan sosial serta peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH).
Tengkes atau stunting menjadi perhatian PDI Perjuangan. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka prevalensi stunting di Kabupaten Jember masih 30,3 persen. Ini berarti tiga dari sepuluh balita mengalami gangguan tumbuh kembang.
“Kita tidak perlu berdebat tentang angka. Faktanya stunting adalah musuh kita bersama yang harus kita lawan dari berbagai sektor,” kata Widrto.
Widarto melihat program peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan penguatan layanan dasar, belum menempatkan tengkes sebagai fokus utama pembangunan manusia. “Kami mendorong pemerintah daerah memperkuat alokasi anggaran dan arah kebijakan yang lebih spesifik untuk penanganan stunting,” katanya.
Beberapa hal, menurut Widarto, harus dikuatkan. “Perlu enguatan peran puskesmas, edukasi gizi bagi remaja, balita dan ibu hamil, serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak,” katanya.
Bupati Muhammad Fawait menegaskan empat priotitas pembangunan pada 2026. “Beberapa langkah dan arah strategi yang akan kami prioritaskan adalah pendidikan gratis dan berkualitasm pelayanan kesehatan berkualitas dan akses universal, pemberdayaan ekonomi rakyat dan pengurangan kesenjangan sosial, dan peningkatan infrastruktur dasar,” katanya.
Fawait juga sependapat tengkes adalah masalah serius yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. “Ini musuh bersama yang harus ditangani secara terpadu,” katanya.
Menurut Fawait, penyusunan Rancangan APBD 2026 sudah mendukung program penurunan prevalensi stunting melalui program dan kegiatan pada OPD terkait. “Namun saran dari Fraksi PDI Perjuangan kami perhatikan,” katanya. [wir]






