Mojokerto (beritajatim.com) – Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) Foundation mencuri perhatian pengunjung Festival Pameran Seni di Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Ecoton menghadirkan dua instalasi edukatif bertema krisis plastik.
Dua karya tersebut adalah ‘Kran Plastik’ yang menggambarkan banjir sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari serta akuarium bayi yang terkontaminasi mikroplastik. Dua karya ini sebagai simbol ancaman yang telah masuk ke rantai makanan dan berpotensi diwariskan ke generasi mendatang.
Kehadiran Ecoton menjadi salah satu titik paling ramai dikunjungi, khususnya oleh rombongan pelajar dari SMPN 8 Kota Mojokerto. Banyak dari mereka mengaku baru mengetahui bahwa mikroplastik bisa ditemukan dalam air, makanan, bahkan di tubuh manusia.
Melalui pendekatan visual yang kuat dan interaktif, Ecoton mengajak para pelajar memahami bahwa polusi plastik bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Dalam sesi edukasi singkat, tim Ecoton memperkenalkan berbagai jenis mikroplastik dan dampaknya terhadap ekosistem dan tubuh manusia.
Para siswa juga diperkenalkan penggunaan mikroskop portable stereo untuk mengamati sampel air hujan yang telah terkontaminasi. Pengalaman belajar yang langsung dan nyata tersebut membuat pemahaman para pelajar semakin membekas.
“Mikroplastik ini telah masuk ke dalam rantai makanan, air hujan, bahkan di air minum yang kita konsumsi setiap hari. Melalui pameran ini kita mengajak semua pelajar untuk bisa mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, demi menjaga air hujan dan air minum kita tetap sehat dan bersih,” ungkap Divisi Edukasi Ecoton, Alaika Rahmatullah, Jumat (21/11/2025).
Salah satu momen paling menarik terjadi ketika beberapa pelajar mencoba menguji sampel Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang mereka bawa sendiri. Hasil pengamatan di bawah mikroskop menunjukkan adanya mikroplastik berbentuk filamen tipis transparan pada air tersebut.
Guru pendamping dari SMPN 8 Kota Mojokerto, Rama mengaku terkejut dengan temuannya. “Saya kira air kemasan itu aman, tapi ternyata ada mikroplastiknya yang berbentuk seperti serpihan plastik transparan. Jadi ternyata mikroplastik itu benar-benar dekat banget dengan kita,” ujarnya.
Ecoton berharap keikutsertaan mereka dalam festival ini dapat membuka ruang edukasi publik yang lebih luas mengenai bahaya mikroplastik, sekaligus mendorong masyarakat Mojokerto untuk semakin peduli terhadap kualitas lingkungan, terutama sungai sebagai sumber kehidupan. [tin/suf]






