Bondowoso (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kecamatan Wringin pada Jumat (21/11/2025) dini hari.
Dampaknya cukup serius: sebuah rumah milik warga di Dusun Karanglaok, Desa Glingseran, roboh hingga rata dengan tanah. Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dan baru dilaporkan ke BPBD Bondowoso pada siang harinya melalui pesan WhatsApp.
Plt Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto, membenarkan adanya kerusakan berat tersebut. Ia menyebut rumah berukuran 4 x 6 meter milik P. Rifa’i/Akmo tidak mampu menahan terpaan angin kencang yang datang secara tiba-tiba.
“Begitu laporan diterima pukul 11.17 WIB, tim Pusdalops bersama agen bencana Jawa Timur langsung kami kirim ke lokasi untuk melakukan asesmen. Kondisi rumah memang sudah ambruk total,” kata Kristianto.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan roboh sepenuhnya.
Menurut Kristianto, penanganan di lapangan berjalan lancar. Tim gabungan dari BPBD Bondowoso, Pemerintah Kecamatan Wringin, Polsek Wringin, Pemerintah Desa Glingseran, serta warga sekitar bergotong-royong membantu membersihkan puing dan memastikan kondisi lingkungan aman.
Sebagai langkah awal, BPBD Bondowoso juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga terdampak. “Bantuan darurat kami serahkan agar kebutuhan dasar korban bisa tertangani lebih dulu sambil menunggu tindak lanjut berikutnya,” jelasnya.
Hingga laporan disusun, situasi di Bondowoso dilaporkan aman dan terkendali. Cuaca di sejumlah kecamatan terpantau mendung, namun belum ada laporan susulan mengenai bencana lanjutan.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat perubahan cuaca beberapa hari terakhir cenderung tidak stabil.
Kristianto menegaskan BPBD tetap siaga penuh. “Cuaca ekstrem ini tidak bisa dianggap enteng. Kami berharap warga lebih berhati-hati, terutama yang tinggal di kawasan perbukitan atau rumah konstruksi ringan,” ujarnya. (awi/ted)






