Malang (beritajatim.com) – Beberapa film diangkat dari kisah nyata salah satunya ‘Sampai Titik Terakhirmu’. Film ini berangkat dari kisah nyata Albi Dwizky yang mengisahkan perjuangan seorang pasangan suami – istri dan keluarga melawan kanker ovarium.
Dalam film berdurasi 1,54 jam, ini Shella yang menggambarkan istri dari Albi sedang berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. Pacar yang kemudian menjadi suami setia mendampingi dan mendukung Shella baik moril maupun biaya pengobatan dengan keyakinan Shella sembuh.
Film yang diangkat dari kisah nyata ini mampu menguras emosi para penonton. Dalam kisahnya Shella Selpi Lizah divonis kanker ovarium pada 2021 lalu. Saat itu Shella dan Albi belum menjalin ikatan suami istri.

Albi yang mencintai Shella akhirnya menikah setelah berpacaran selama tiga tahun, meski sang kekasih menderita kanker ovarium. Selama pengobatan, Shella mendapat dukungan penuh keluarga besar. Shella kemudian menghembuskan nafas terakhir setelah 14 hari menikah dengab Albi.
Kisah perjuangan Shella didukung Albi dalam memerangi kanker ovarium sebelumnya kerap dibagikan di akun TikTok mereka. Usai pemutaran film di CGV Malang City Point penonton pun mengirim doa bersama untuk mendiang Shella.
“Saya terlibat dalam 70 persen pembuatan film. Tadi aku juga masih menangis teringat almarhumah,” kata Albi didampingi Unique Priscilla yang berperan sebagai Ibu Shella, serta Siti Fauziah dan TJ Ruth yang berperan sebagai tetangga, Jumat (21/11/2025).
Albi menuturkan, alasan dia mengizinkan kisahnya dijadikan film karena ingin menginspirasi para pejuang kanker lainnya. Proses pengobatannya memang sangat berat, namun mereka tidak sendiri. Ada banyak orang dengan kondisi sama yang sedang sama-sama berjuang. Pesan yang mereka kirim adalah hargai orang terdekat sayangi mereka, dan dukung saat mereka membutuhkan dukungan.
Unique Priscilla mengungkapkan bahwa selama pengerjaan film chemistry antar para pemain berjalan lancar. Tidak ada kendala dalam skenario sebab semua sudah dalam frekuensi emosi yang sama.
“Berperan sebagai support system tidak menampakan kesedihan di wajah. Aku harus pura-pura kuat dan tampil tegar di depan Shella,” ujar Cilla. (luc/but)






