Ponorogo (beritajatim.com) – Arus lalu lintas di jalur nasional Ponorogo–Madiun terganggu setelah bagian jalan di Desa Babadan, Kecamatan Babadan, ambles dan membentuk lubang besar.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (20/11/2025) dini hari itu, sontak membuat petugas bergerak cepat mengamankan area.
Camat Babadan, Siti Hanifa, menyebut amblesnya badan jalan dipicu struktur lama di bawah permukaan yang tak lagi kuat menahan beban.
“Penyebabnya ada gorong-gorong bekas Belanda di bawah aspal itu ambles, sehingga aspal di atasnya juga ikut ambles,” ungkap Siti Hanifah, Jumat (21/11/2025).
Lubang yang muncul memiliki diameter sekitar satu meter dengan kedalaman mencapai dua meter. Meski cukup membahayakan, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Pemerintah kecamatan bersama Polsek Babadan langsung memasang rambu peringatan dan melakukan pengaturan lalu lintas.
“Sementara pengendara diminta ektra berhati-hati,” jelasnya.
Hanifa menegaskan bahwa jalur Ponorogo–Madiun merupakan ruas vital karena termasuk jalan nasional. Pihak kecamatan sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menangani kerusakan tersebut secepatnya.
“Itu jalan nasional, kita sudah koordinasi untuk perbaikan sekitar 14 hari dengan rencana pemasangan box culvert,” pungkasnya.
Pengerjaan darurat direncanakan dimulai hari ini, dengan harapan konektivitas jalur Ponorogo–Madiun kembali pulih dan aman dilintasi.(end/ted)






