Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memastikan program pelatihan vokasi tidak akan mandek di 2026, meskipun dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran daerah. Justru, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar melakukan manuver strategis dengan meluncurkan pola pelatihan terintegrasi yang diberi nama “Sang Kapten” (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten).
Jumlah kuota pelatihan memang mengalami penyesuaian, namun arah kebijakannya dipertajam untuk mendukung langsung program prioritas nasional, termasuk Ketahanan Pangan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman, menegaskan komitmen tersebut.
“Sektor pertanian dan program ketahanan pangan tetap menjadi sasaran penting dalam penyusunan program,” kata Latip pada Kamis (20/11/2025).
Latip menjelaskan, “Sang Kapten” bukan sekadar pelatihan biasa. Program ini akan dikemas dalam pola 4 in 1, yang mengintegrasikan empat elemen vital dalam satu rangkaian kegiatan:
- Pelatihan vokasi oleh instruktur profesional.
- Sertifikasi Kompetensi oleh Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP.
- Magang Kerja di Dunia Usaha dan Industri (DUDI).
- Pendampingan Penempatan Kerja atau Wirausaha.
“Ada lima hal spesifik dalam pelatihan Sang Kapten, mulai dari orientasi kebutuhan industri, kolaborasi lintas sektor, basis kompetensi BNSP, hingga inkubasi pasca-pelatihan. Semuanya diselenggarakan secara inklusif,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Disnaker telah merancang 4 skema pelatihan vokasi yang spesifik. Skema ini dirancang agar link and match dengan potensi bahan baku lokal Blitar yang melimpah seperti gula, kopi, teh, dan cokelat, serta mendukung program nasional.
Keempat skema tersebut adalah:
- Operator Alat Berat/Alsintan (20 Peserta) – Mendukung mekanisasi pertanian.
- Juru Masak Makanan Indonesia (20 Peserta) – Mendukung program Makan Bergizi.
- Barista dan Moktail (20 Peserta) – Mengolah komoditas lokal (kopi/cokelat).
- Digital Marketing (20 Peserta) – Mendukung pemasaran produk.
“Pelatihan berbasis pertanian, juru masak untuk mendukung program makan bergizi, dan ekonomi kreatif akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku yang memang banyak di Blitar,” tambah Latip.
Latip menambahkan, karena menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), rekrutmen peserta tetap akan memprioritaskan kelompok sasaran utama, yakni keluarga petani tembakau dan buruh tani tembakau.
“Dengan fokus ini, pemerintah berharap pelatihan vokasi dapat lebih tepat guna dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai sektor,” pungkasnya.
Sebagai catatan, rekam jejak pelatihan vokasi Disnaker Blitar terbilang memuaskan. Pada tahun 2025, terdapat tujuh paket pelatihan (Barista, MUA, Digital Marketing, Barber, Masakan Komersial, Teknisi Listrik) dengan total 143 peserta. Seluruh peserta tersebut dinyatakan lulus dan kompeten melalui uji sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). [owi/beq]






