Gresik (beritajatim.com)– Jamaah Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik dikagetkan ada lampu berukuran besar jatuh. Beruntung kejadian tersebut tidak menyebabkan korban karena peristiwa itu terjadi tengah malam hari.
Salah satu jamaah Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, Nur Faqih menceritakan posisi jatuhnya lampu dengan berat ratusan kilogram itu diketahui saat jamaah hendak salat shubuh.
“Kejadiannya tengah malam. Sebab, saat jamaah masjid mau salat shubuh. Lampu tersebut sudah jatuh ditengah-tengah,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Usai kejadian, pihak keamanan masjid setempat langsung memasang garis dilarang melintas. Supaya tidak ada jamaah yang mendekat.
Masih menurut Nur Faqih, setelah kejadian ini yang dikuatirkan diatas masih ada 12 ornamen lampu. Sedangkan penyebab jatuhnya lampu ini karena tali penyangganya putus.
“Penyangganya terbuat dari tembaga yang beratnya diperkirakan ratusan kilogram. Usianya sudah 23 tahun lebih,” ungkapnya.
Lampu hias didalam masjid itu, dipasang sejak tahun 2002. Sewaktu diresmikan almarhum mantan Bupati Gresik KH.Robbach Maksum. Saat ini, masih ada 12 lagi yang masih bergelantungan diatas dengan ketinggian 10 meter.
Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik, lokasi berdekatan dengan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Di area masjid juga terdapat sendang peninggalan Sunan Giri yang sampai sekarang dijaga kelestariannya. (dny/ted)






