Bojonegoro (beritajatim.com) — Angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Trucuk pada Senin (17/11/2025) malam. Tiga desa terdampak, yakni Desa Mori, Guyangan, dan Trucuk, mengalami kerusakan rumah warga, terutama pada bagian atap.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah keluarga harus menanggung kerugian material,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, Selasa (18/11/2025).
Heru mengatakan, angin kencang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Informasi awal diperoleh dari Satpol PP Kecamatan Trucuk yang melaporkan adanya rumah warga rusak akibat terpaan angin.
“Begitu menerima laporan pada Selasa pagi, tim langsung kami kirimkan untuk melakukan asesmen di lokasi. Bantuan sembako juga kami serahkan kepada warga terdampak,” ujar Heru.
BPBD menerima laporan pada pukul 10.45 WIB, lalu memberangkatkan personel dari Mako pada pukul 10.56 WIB. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WIB dan langsung melakukan pendataan serta melihat kondisi kerusakan.
Dampak kerusakan di tiga desa, yakni di Desa Mori terdapat 6 rumah terdampak mengalami kerusakan ringan di bagian atap. Di Desa Guyangan, dua rumah di bagian atap juga mengalami hal yang sama. Serta di Desa Trucuk, satu rumah yang baru dibangun juga rusak ringan.
Heru memastikan seluruh rumah yang terdampak telah diperbaiki oleh warga dengan gotong royong. “Saat ini semuanya sudah kembali ditempati. Tidak ada warga yang harus mengungsi,” jelasnya.
BPBD Bojonegoro mengimbau warga tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama memasuki masa pancaroba yang rawan angin kencang dan hujan ekstrem. [lus/kun]






