Lumajang (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Lumajang mencatat pelayanan cek kesehatan gratis (CKG) baru menjangkau 204.564 penduduk atau 17,85 persen dari total populasi hingga pertengahan November 2025. Angka tersebut masih jauh dari target 414.815 jiwa yang harus dilayani pada tahun 2025, sehingga masih ada 210.251 warga yang perlu mendapatkan layanan CKG hingga akhir tahun.
Ketercapaian program ini menjadi perhatian karena CKG diposisikan sebagai layanan pencegahan penyakit, terutama untuk kelompok lansia yang berisiko tinggi terhadap penyakit kronis.
Penanggung jawab CKG di Puskesmas Tekung, dr Neilavery Winda Suci Parameswari, menjelaskan bahwa masyarakat tidak hanya diperiksa kesehatannya, tetapi juga diberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pengelolaan penyakit kronis, serta cara menjaga fungsi fisik dan mental. Ia menegaskan pentingnya layanan ini agar warga semakin sadar terhadap risiko kesehatan sejak dini.
“Jadi, CKG ini penting supaya masyarakat, utamanya kalangan lansia bisa mengenali risiko penyakit lebih awal. Sebab, banyak masalah kesehatan yang baru terlihat setelah pemeriksaan menyeluruh,” terang Winda, Selasa (18/11/2025).
Di tingkat kabupaten, Koordinator CKG Dinkes-P2KB Lumajang Marfuah menyebut pihaknya menargetkan cakupan layanan dapat menjangkau 36 persen total penduduk atau 414.815 jiwa sepanjang tahun ini. Meski pencapaian masih berada di bawah target, ia menegaskan bahwa program tetap berjalan secara intensif di seluruh puskesmas.
“Hingga 11 November 2025, kami sudah melayani 204.564 warga atau sekitar 17,85 persen dari populasi,” ungkap Marfuah.
Dengan sisa waktu kurang dari dua bulan, upaya percepatan layanan menjadi krusial untuk memenuhi target yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah menilai peningkatan cakupan CKG akan berpengaruh langsung terhadap penurunan risiko penyakit kronis dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. [has/beq]






