Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang sopir truk modifikasi meninggal dunia akibat tersetrum listrik setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Ngasem, Dusun Tawaran, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (18/11/2025). PT PLN (Persero) memastikan bahwa kejadian fatal itu bukan disebabkan kabel listrik yang kendor, melainkan karena kendaraan terperosok hingga menabrak jaringan tegangan tinggi.
Petugas PT PLN Bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Ahmad Ali Saifudin, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan bodi truk menabrak kabel hingga lapisan pelindungnya mengelupas. Ia menegaskan kondisi jaringan terpasang sesuai standar dan tidak ada indikasi kelonggaran kabel sebelum kejadian.
“Kendaraan menabrak kabel listrik dan mengelupas sehingga memicu sengatan listrik,” jelas Ali.
Ali menambahkan bahwa kabel berada pada ketinggian sekitar delapan meter dari permukaan tanah, sesuai prosedur pemasangan pada tiang setinggi sembilan meter. Menurutnya, posisi tersebut aman untuk lalu lintas normal.
“Ukuran kabel kita sudah sesuai prosedur yakni kurang lebih delapan meter dan tidak menyalahi aturan. Mungkin mobil modifikasi yang ditumpangi korban terpelanting hingga menabrak kabel,” ujarnya.
Setelah kejadian, petugas PLN langsung memperbaiki bagian kabel yang rusak untuk memastikan keamanan pengguna jalan. Penanganan cepat dilakukan guna mencegah risiko lanjutan, mengingat jalur tersebut sering dilintasi kendaraan modifikasi pengangkut barang lokal.
Kapolsek Ngasem, Iptu Mujianto, menyebut kecelakaan bermula ketika truk modifikasi yang dikemudikan Toni Prendi Setia (23) melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan tinggi. Kendaraan tiba-tiba hilang kendali di tikungan leter S dan terperosok ke area persawahan.
“Jadi itu kendaraan modifikasi untuk angkutan barang di desa. Kendaraan hilang kendali dan masuk sawah. Pengemudi meninggal dan temannya selamat,” terangnya.
Hasil pemeriksaan polisi menguatkan dugaan bahwa bodi kendaraan yang terperosok menyentuh kabel listrik tegangan tinggi dan memicu sengatan fatal.
“Korbannya satu orang meninggal, yaitu sopir. Korban meninggal karena tersengat listrik tegangan tinggi yang menempel di bodi kendaraan,” imbuh Mujianto. [lus/beq]






