Surabaya (beritajatim.com) – Sampoerna Academy menekankan kolaborasi strategis antara orang tua dan sekolah sebagai fondasi krusial untuk mengoptimalkan potensi siswa.
Pionir pendidikan STEAM di Indonesia ini meyakini, sinergi yang kuat adalah kunci membentuk karakter, motivasi, dan kesiapan siswa menghadapi tantangan global.
Lembaga ini memandang orang tua dan guru sebagai mitra strategis yang harus berjalan beriringan. Tujuannya, membangun ekosistem pendidikan holistik yang berfokus pada pertumbuhan karakter dan keterampilan abad ke-21.
Principal Sampoerna Academy Pakuwon Indah, Dr. Adelina Holmes, menegaskan kemitraan ini adalah fondasi untuk membangun pembelajar seumur hidup.
“Kami yakin potensi unik anak hanya bisa maksimal jika sekolah dan orang tua terhubung erat,” ujar Dr. Adelina di Surabaya, ditulis Jumat (14/11/2025).
Ia menyebut, dalam lingkungan kolaboratif, siswa tumbuh dengan percaya diri dan motivasi belajar tinggi. Menurutnya, sinergi ini membangun fondasi pendidikan kelas dunia sejak dini, bukan sesuatu yang instan.
“Fokus kami bukan hanya apa yang anak pelajari hari ini, tapi bagaimana mereka melihat belajar sebagai proses berkelanjutan,” tegasnya.
Hal ini didukung oleh Psikolog Pendidikan, Cynthia Vivian Purwanto, M.Psi. Ia menyebut kolaborasi ini adalah investasi berharga bagi kesehatan mental dan resiliensi anak.
“Hubungan ini bukan sekadar bagi tanggung jawab, tapi sinergi nyata. Guru dan orang tua harus saling mendengarkan,” jelas Cynthia.
Menurutnya, konsistensi pesan yang diterima anak di rumah dan sekolah sangat penting. “Konsistensi ini krusial untuk membentuk karakter utuh, menumbuhkan kebiasaan belajar sehat, dan mendorong prestasi akademik,” imbuhnya.
Di Sampoerna Academy, kolaborasi ini diwujudkan lewat berbagai inisiatif, mulai dari sesi parent engagement, konseling, hingga learning conference.
Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon, Mary Jane Daggao Luyon Fajardo, menambahkan bahwa kerja sama ini berkembang dinamis di setiap jenjang. Siswa didorong menjadi pemimpin dalam proses belajarnya.
“Kami libatkan orang tua secara aktif untuk merencanakan perjalanan akademik anak,” kata Mary Jane.
Pihaknya sadar setiap keluarga memiliki kondisi berbeda. “Karena itu, kami selalu menjaga komunikasi yang terbuka dan mudah diakses agar setiap orang tua merasa dihargai,” ujarnya.
Dampak positif ini dirasakan langsung oleh Vania Gunawan, salah satu orang tua siswa. Ia melihat anaknya berkembang pesat berkat kemitraan yang terjalin.
“Saya merasa sekolah sangat menghargai orang tua sebagai mitra. Saya melihat anak saya menjadi lebih mandiri, percaya diri, kreatif, dan memiliki leadership yang baik,” ungkap Vania.
Penguatan kolaborasi ini menjadi komitmen Sampoerna Academy dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. [ipl/beq]






