Surabaya (beritajatim.com)– Banyak orang masih percaya bahwa minum alkohol dalam jumlah kecil bisa menyehatkan tubuh atau membantu relaksasi. Segelas anggur di malam hari, bir di akhir pekan, atau minuman keras ringan saat berkumpul sering dianggap “tidak berbahaya”.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahkan konsumsi alkohol ringan pun bisa membawa dampak serius bagi kesehatan otak. Pandangan bahwa “minum secukupnya itu aman” kini mulai terbantahkan.
Hasil analisis dari studi berskala besar mengungkapkan bahwa kebiasaan minum alkohol meski hanya satu hingga tiga gelas per minggu dapat meningkatkan risiko demensia hingga 15%. Efek negatif alkohol tidak berhenti pada kerusakan fisik, tetapi juga merembet pada fungsi otak.
Zat kimia hasil pemecahan alkohol dapat memicu peradangan dan stres oksidatif yang merusak sel-sel saraf, mengganggu daya ingat, dan mempercepat penurunan kemampuan berpikir.
Tak hanya itu, alkohol juga diketahui mempengaruhi kualitas tidur. Banyak orang merasa lebih mudah tertidur setelah minum, padahal kenyataannya, alkohol justru mengacaukan fase tidur REM, tahap tidur yang berperan penting dalam memperkuat ingatan dan menjaga kestabilan emosi.
Akibatnya, tubuh terasa lesu keesokan harinya, konsentrasi menurun, dan dalam jangka panjang bisa mempercepat penurunan kognitif.
Perempuan disebut memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap dampak buruk alkohol. Kandungan air dalam tubuh perempuan yang lebih sedikit serta proses metabolisme alkohol yang berbeda membuat kadar alkohol dalam darah lebih tinggi meskipun jumlah yang diminum sama.
Hal ini membuat otak perempuan lebih rentan terhadap gangguan memori dan penurunan fungsi kognitif. Namun, pada akhirnya, baik laki-laki maupun perempuan tetap memiliki risiko yang sama jika kebiasaan minum terus berlanjut.
Organisasi kesehatan dunia pun telah menegaskan bahwa tidak ada batas aman dalam konsumsi alkohol. Artinya, bahkan sedikit saja bisa berdampak buruk bagi tubuh, terutama bagi otak yang sangat sensitif terhadap perubahan kimia.
Jika tujuan minum adalah untuk melepas stres atau menjaga semangat, para ahli justru menyarankan cara lain yang lebih aman, seperti olahraga rutin, tidur cukup, dan memperbanyak konsumsi buah serta sayuran segar.
Cara-cara sederhana ini terbukti mampu menjaga aliran darah ke otak, menurunkan peradangan, dan mempertahankan daya ingat. Jadi, sebelum menuang segelas minuman, mungkin ada baiknya menggantinya dengan air putih dingin dan istirahat yang cukup. Otak kita jauh lebih berharga daripada satu teguk alkohol.
[Erlina Damayanti]






