Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Persik Kediri, Jumat (7/11/2025) di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik.
Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, mengaku kecewa dengan keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menurutnya merugikan timnya. “Saya rasa musim ini VAR belum adil terhadap kami,” ungkap Eduardo.
Pelatih asal Spanyol itu menilai, sejak awal musim, Persebaya kerap dirugikan oleh keputusan wasit yang didasarkan pada tayangan VAR. Ia menilai, tayangan ulang dalam gerak lambat sering kali membuat situasi normal tampak seperti pelanggaran berat. “Dalam sepak bola selalu ada kontak, tapi kalau dilihat dalam gerak lambat, seolah jadi pelanggaran besar,” ujarnya.
Eduardo menegaskan, dirinya tidak bermaksud menyalahkan wasit, tetapi menyoroti penerapan VAR yang dianggap terlalu sensitif terhadap kontak fisik ringan. “Saya tidak ingin membahas wasit hari ini, tapi VAR terlalu sensitif terhadap kontak kecil,” tuturnya.
Mantan pelatih PSS Sleman itu berharap perangkat pertandingan lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi tersebut agar tidak mengubah esensi permainan sepak bola.
Meski kecewa terhadap keputusan wasit, Eduardo tetap mengapresiasi semangat dan kerja keras anak asuhnya di lapangan. Ia menilai, para pemain sudah berjuang maksimal untuk meraih kemenangan meski akhirnya hanya mampu membawa pulang satu poin.
Menanggapi seruan sebagian suporter yang meminta dirinya mundur, Eduardo memilih untuk tetap fokus menghadapi laga berikutnya dan menjadikan kritik sebagai motivasi. “Saya menghormati semua pendapat. Sekarang saya lebih kuat dari sebelumnya,” kata Eduardo.
Dalam pertandingan ini, Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui gol Arief Catur di menit ke-53, sebelum Persik Kediri menyamakan kedudukan lewat gol Jose Enrique pada menit ke-63. Hasil tersebut menambah catatan imbang Bajol Ijo di pekan ke-12 Super League 2025/2026. (way/kun)






