Blitar (beritajatim.com) – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Blitar menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, meski masih dianggap terkendali oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Data hingga September 2025 mencatat total 51.237 kasus ISPA.
Bahkan, dari total jumlah tersebut sebanyak 40,7 persen penderita ISPA merupakan kelompok rentan yakni balita berusia 0-5 tahun. Bahkan, dari total 51.237 kasus ISPA, tercatat 1.565 diantaranya merupakan kasus pneumonia (radang paru-paru) yang menyerang balita.
Meski angkanya terbilang tinggi, Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, menyatakan bahwa situasi masih dalam kewajaran dan belum terjadi lonjakan kasus yang ekstrem.
“Kalau dilihat dari data, peningkatannya tidak terlalu signifikan. Artinya tidak sampai tinggi sekali. Masih dalam kewajaran yang bisa diatasi,” ujar dr. Christine, Jumat (7/11/2025).
Berdasarkan data Dinkes, kasus ISPA tertinggi tercatat pada bulan Agustus, yakni mencapai 6.720 kasus. Dari jumlah tersebut, 207 di antaranya adalah pneumonia pada balita.
Christine menjelaskan, fluktuasi kasus ini sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kondisi cuaca ekstrem yang sedang terjadi. Selain itu, virus penyebab ISPA seperti influenza terus bermutasi dari waktu ke waktu.
“Kalau ditanya virus mana yang paling banyak menyebabkan ISPA, tidak bisa ditentukan satu jenis saja. Bisa karena influenza, bisa juga karena Covid-19 yang masih ada di sekitar masyarakat sampai saat ini,” ungkapnya.
Mengingat 40 persen penderitanya adalah balita, dr. Christine menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga imunitas anak di tengah cuaca ekstrem.
“Tentu yang terpenting meningkatkan imun tubuh di cuaca ekstrem,” tegasnya.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diminta kembali memperhatikan pola hidup sehat. Berikut adalah tips dari Dinkes Blitar yakni minum air putih minimal 2 liter per hari, makan makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, minimal 6 sampai 8 jam setiap hari, kelola stres dengan baik, konsumsi suplemen Vitamin C atau B Kompleks jika tubuh terasa kurang fit.
“Kalau tubuh mulai terasa tidak enak, itu tanda bahwa badan butuh istirahat. Jadi, jangan dipaksakan,” pungkasnya. [owi/aje]






