Lumajang (beritajatim.com) – Banjir lahar Gunung Semeru menyebabkan warga dari tiga dusun di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terisolasi.
Hal ini terjadi setelah sungai Regoyo yang diterjang lahar meluap dan menyebabkan tanggul penahan di Desa Gondoruso jebol.
Selain menyebabkan sawah dan sejumlah warung rusak, banjir juga memutus akses warga antar Kecamatan Pasirian dan Tempursari. Tiga dusun di Desa Gondoruso juga ikut terisolasi.
Perangkat Desa Gondoruso Defi Efendi mengatakan, tiga dusun yang terisolasi meliputi Dusun Liwek, Glendang Petung, dan Dusun Kali Welang.
Akses warga di tiga dusun ini terputus dari dunia luar setelah tanggul penahan aliran lahar di sungai Regoyo sepanjang 150 meter jebol.
“Jadi, tanggul jebol menyebabkan air sungai meluap dan menutup akses warga untuk ke Kecamatan Tempursari dan sebaliknya. Akibatnya ini ada tiga dusun yang terisolir,” terang Efendi, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, saat ini pihaknya masih harus menunggu banjir surut untuk bisa melakukan penanganan darurat terhadap akses warga.
“Penanganannya nanti kita lakukan kalau sudah surut, kita lakukan kerja bakti dengan warga supaya kendaraan bisa melintas,” tambahnya.
Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan asesmen terhadap dampak yang disebabkan banjir lahar Gunung Semeru.
Proses asesmen juga sudah dilakukan terhadap warga yang terisolir. Seluruhnya dipastikan aman.
Meski begitu, Yudhi tetap menghimbau agar warga yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru tetap waspada.
“Sebab di bulan ini rilis dari BMKG masih hujan lebat, untuk itu warga tetap harus waspada dan mengutamakan keselamatan karena tanggul jebol,” ungkap Yudhi. (has/ian)






