Blitar (beritajatim.com) – Program “Mobil AG 2 Siaga Bumil” yang mengalihfungsikan mobil dinas Wakil Wali Kota (Wawali) Blitar untuk layanan operasional ibu hamil mendapat sorotan dari Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin. Meski mendukung, pria yang akrab disapa Mas Ibin itu pun masih menyinggung soal komunikasi.
Mas Ibin merasa tidak diajak berkomunikasi atau diberitahu dahulu mengenai program tersebut. Meskipun selama ini Mas Ibin dan Wawali Blitar, Elim Tyu Samba selalu bertemu.
“Saya kira kalau itu bagus untuk masyarakat semua pasti mendukung, cuma kan dia (Wawali Blitar) juga sering berbicara dengan kita, saya tidak diberitahu,” kata Mas Ibin pada Rabu (5/10/2025).
Program diinisiasi oleh Wakil Wali Kota, Elim Tyu Samba. Mobil dinas AG 2 tersebut dapat digunakan para ibu hamil untuk cek kesehatan, USG, atau sebagai transportasi darurat menuju fasilitas kesehatan saat akan persalinan.
Meski mendukung tujuannya, Ibin enggan berkomentar lebih banyak. Ia hanya memberikan catatan tegas bahwa setiap program yang dijalankan oleh pemerintahan, meskipun tujuannya baik, harus tetap mematuhi regulasi yang berlaku.
“Saya sebenarnya no coment, jadi beliau jarang ya lapor ke saya padahal tugasnya melaporkan ke kepala daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, mengakui bahwa ia memang belum berkomunikasi dengan Wali Kota Blitar. Menurut Elim, program ini adalah inisiatif pribadinya sendiri, sehingga ia merasa tidak perlu melaporkan terlebih dahulu kepada atasannya.
“Ini kan inisiatif saya pribadi dan semua-semuanya dari saya pribadi, belum ada komunikasi (dengan Wali Kota Blitar),” ucap Elim.
Program Mobil AG 2 untuk layanan operasional ibu hamil ini sendiri telah diluncurkan oleh Wawali Elim dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan menekan angka kematian ibu dan bayi di Kota Blitar. Mobil dinas yang digunakan untuk program ini pun berasal dari penganggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. (owi/but)







2 Komentar
kacau, jalan sendiri2 tak ada komunikasi tak ada koordinasi
waduh mosok enek sing Baperan.
itu kan gak pribadi bukan program pemkot mau bikin apa saja dan dirasa itu berpihak kepada masyarakat bagus bagus saja