Pasuruan (beritajatim.com) – Tingkat aktivitas fisik masyarakat Kota Pasuruan dinilai masih rendah berdasarkan hasil pelaksanaan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan setempat. Program ini telah berjalan beberapa bulan terakhir dan menyasar seluruh kelompok usia, dari bayi hingga lansia.
Hingga 25 Oktober 2025, pelaksanaan CKG di Kota Pasuruan tercatat sudah mencapai 35,5 persen dari total target penduduk. Data tersebut dikumpulkan dari seluruh puskesmas yang tersebar di empat kecamatan di wilayah kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Shierly Marlena, menyampaikan bahwa total masyarakat yang sudah mengikuti program ini mencapai 79.007 jiwa dari target 222.334 jiwa. “Hasilnya menunjukkan sebagian besar masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik, selain itu ditemukan juga kasus obesitas dan hipertensi,” ujarnya.
Dari data yang dihimpun, pelaksanaan CKG untuk bayi baru lahir telah mencapai 43,3 persen dari target 65 persen, sedangkan anak pra sekolah sudah 46,9 persen dari target 50 persen. Adapun untuk kelompok dewasa dan lansia, persentasenya masing-masing baru 27,7 persen dan 32,99 persen.
Menurut Shierly, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan karena sejumlah kelompok umur belum memenuhi target nasional. “Kami terus berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat agar partisipasi dalam program ini meningkat,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Kota Pasuruan menyiapkan berbagai strategi untuk memperluas jangkauan layanan. Salah satunya dengan memperbanyak kegiatan skrining di tempat umum seperti pasar, sekolah, dan perkantoran agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng organisasi kemasyarakatan dan kader kesehatan untuk mengajak warga aktif mengikuti pemeriksaan. “Kami dorong kolaborasi lintas sektor agar hasilnya bisa lebih optimal,” kata Shierly.
Ia menegaskan bahwa CKG bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan bagian penting dari upaya deteksi dini penyakit dan pemetaan risiko kesehatan masyarakat. Data dari program ini menjadi dasar perencanaan kebijakan kesehatan di Kota Pasuruan.
“Hasil CKG sangat berguna untuk menentukan arah program kesehatan daerah dan pengelolaan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Shierly juga mengimbau warga untuk lebih peduli terhadap gaya hidup sehat, terutama dengan memperbanyak aktivitas fisik harian. “Jangan tunggu sakit dulu baru periksa, lebih baik mencegah dengan gaya hidup aktif dan rutin ikut CKG,” pungkasnya. [ada/beq]






