Pamekasan (beritajatim.com) – Empat laga kandang tanpa kemenangan hingga memasuki pekan ke-10 kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air Super League 2025-2026 yang dialami Madura United FC, menjadi catatan serius dari pihak manajemen klub.
Terbaru, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab gagal mengamankan poin akibat kalah 0-1 dari tim tamu Persija Jakarta, di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Jum’at (24/10/2025).
Bahkan akibat kekalahan tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu tertahan di posisi 13 klasemen sementara berkat hasil 2 kali menang, 3 kali imbang dan 4 kali laga. Mereka baru memasukkan 7 gol dan sudah kebobolan sebanyak 10 gol dari 9 laga yang dijalani.
Bahkan dari posisi tersebut, mereka hanya unggul 3 poin dari tim teratas penghuni zona merah degradasi, PSBS Biak yang mengoleksi 6 poin dari 9 laga yang dijalani. Serta hanya unggul 1 poin dari dua tim yang menempati posisi di bawah mereka, PSM Makassar dan Persijap Jepara.
“Terlepas dari hasil menang atau kalah, evaluasi tentu kita lakukan, terlebih tidak pernah menang di kandang, itu menjadi bahan evaluasi penting yang harus segera kita selesaikan ,” kata Manajer Madura United FC, Umar Wachdin, Rabu (29/10/2025).
Selama ini proses evaluasi sering dilakukan guna meningkatkan performa tim dalam mengarungi ketatnya jadwal kompetisi. “Selama ini fokus evaluasi kita menitikberatkan pada performa tim secara kolektif, di mana hingga saat ini performa tim belum sesuai harapan bersama,” ungkapnya.
“Selain itu kami juga sudah memikirkan rencana rotasi beberapa pemain, termasuk performa pemain asing yang belum maksimal, terlebih kita juga masih memiliki kuota menambah pemain asing baru. Begitu juga dengan pemain lokal yang belum menunjukkan performa terbaik, mungkin karena faktor usia ataupun kesempatan bermain untuk menambah jam terbang,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengaku sangat terbuka atas beragam kritik dan saran dari semua pihak, khususnya dari seluruh elemen supeoter Madura Bersatu. “Karena bagaimanapun, Madura United tidak bisa melepaskan diri dari suporter sebagai bagian tak terpisahkan dari klub,” tegasnya.
“Artinya kami ada karena mereka, dan mereka ada karena kami sebagai simbiosis mutualis. Tentu saja kritik itu penting selama disampaikan dengan cara yang santun tanpa harus mendeskripsikan individu per individu, dan kami akan menerimanya dengan lapang dada sekaligus menjadikan itu bagian dari saran konstruktif ,” pungkasnya.
Terdekat, tim binaan Angel Alfredo Vera dijadwalkan kembali menjalani laga tandang. Kali ini menghadapi tim dengan historis panjang di kancah sepakbola tanah air, PSM Makassar. Laga menghadapi tuan rumah Juku Eja dijadwalkan digelar pada Minggu (2/11/2025) mendatang
Dari posisi klasemen, PSM Makassar memang berada di bawah Madura United. Namun tim asal Sulawesi Selatan memiliki simpanan 1 laga lebih banyak dibanding tim yang bermarkas di Pulau Garam Madura.
Sehingga laga antar kedua tim pada awal November 2025 mendatang, dipastikan akan berlangsung menarik dan berjalan seru, sekaligus akan menjadi motivasi bagi kedua tim untuk menjauh dari zona merah degradasi. [pin/kun]






