Kediri (beritajatim.com) – Persik Kediri terus mematangkan persiapan jelang laga tandang menghadapi PSIM Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Macan Putih tersebut menjadikan peningkatan agresivitas serangan sebagai fokus utama sebelum bertolak ke markas Laskar Mataram pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Pelatih Persik Kediri, Ong Kim Swee, menegaskan bahwa jeda waktu latihan yang dimiliki tim saat ini akan dimaksimalkan untuk memperbaiki pola serangan agar lebih efektif dan tajam di lini depan. Ia menilai peningkatan agresivitas menjadi kunci bagi Persik untuk meraih hasil positif dan memperbaiki posisi di klasemen sementara.
“Agresivitas serangan perlu adanya peningkatan untuk menuai hasil positif dan membawa Persik Kediri menduduki klasemen yang lebih baik,” ujar Ong di Kediri, Kamis (23/10/2025).
Meski menyadari PSIM saat ini berada di posisi klasemen yang lebih baik, pelatih asal Malaysia itu menegaskan bahwa Persik tidak akan menyerah begitu saja dan akan tampil maksimal untuk mencuri kemenangan di laga tandang.
“Ya, mereka berada dalam situasi yang lebih baik, berada dalam klasemen yang juga lebih baik dari kita. Tetapi itu bukan alasan untuk kita tidak memberi perlawanan saat pertandingan nanti,” tegas Ong.
Selain memperkuat lini depan, Ong Kim Swee juga memberikan perhatian khusus terhadap lini pertahanan agar mampu meredam serangan PSIM yang diperkuat pemain-pemain berbahaya seperti Ze Valente dan Ezequiel Vidal.
“Kita tidak bisa memikirkan hanya satu pemain (Ze Valente), tetapi mereka mempunyai pemain yang berkualitas seperti Vidal dan beberapa lagi. Jadi kita harus memikirkan secara keseluruhan,” ucapnya.
Dengan semangat tinggi dan strategi yang lebih tajam, Persik Kediri berharap mampu membawa pulang tiga poin penting dari Yogyakarta dan menjaga asa bersaing di papan tengah BRI Super League musim ini. [nm/kun]






