Surabaya (beritajatim.com) – Program Corporate Social Responsibility (CSR) ‘Bogasari Mengajar’ kembali hadir di wilayah Provinsi Banten, kali ini di Kabupaten Pandeglang.
Program yang digagas oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills ini berlangsung selama tiga hari di SMKN 2 Pandeglang, dengan fokus pada peningkatan kemampuan siswa dan guru dalam bidang bakeri. Kegiatan ini mendukung pengembangan program Teaching Factory (TEFA) yang dimulai di sekolah tersebut pada tahun 2025.
Ade Firdaus, Kepala Sekolah SMKN 2 Pandeglang, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan. “Ini kesempatan yang sangat berharga buat menambah pengetahuan teoritis dan kemampuan produksi para guru dan siswa-siswi dalam pengembangan produk TEFA ke depan. Kalau selama ini produk bakeri kami lebih banyak dijual ke internal sekolah, semoga dengan adanya Bogasari Mengajar ini, kami dapat meningkatkan potensi pasar produk TEFA ke luar sekolah,” ucapnya.
Pada program ini, seluruh siswa kelas XI jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan para guru terlibat langsung dalam pelatihan teori dan praktik. Selama tiga hari, mereka mendapatkan wawasan baru mengenai pengolahan tepung terigu yang tepat untuk menghasilkan produk bakeri berkualitas.
Anwar, Vice President Human Resources Divisi Bogasari, menambahkan, “Makanya kita memberikan pengetahuan teori yang lebih mendalam sampai dengan cara perhitungan keuntungan atau harga pokok penjualan kepada para siswa dan guru.”
Hari pertama kegiatan ini diisi dengan paparan teori yang menarik minat para siswa, dengan banyaknya pertanyaan terkait faktor penyebab kegagalan produk dan cara menentukan harga jual.
Selama dua hari berikutnya, Chef Irfan Indrayana melatih para peserta untuk membuat enam resep produk bakeri, antara lain Roti Taiwan, Mini Pizza, Fruity Bomboloni, Donut, Pandan Chiffon Cake, dan Black Forest. Resep-resep ini dipilih karena selain digemari banyak orang, juga memiliki potensi untuk menjadi peluang usaha bagi para siswa di masa depan.
Dengan adanya program ini, Bogasari berharap bisa membantu mengembangkan keterampilan para siswa SMKN 2 Pandeglang, baik untuk menjadi pekerja maupun wirausaha setelah lulus. “Semoga dengan dukungan Bogasari Mengajar ini, para siswa tidak hanya tertarik menjadi pekerja tapi juga siap untuk pelaku usaha selepas lulus nanti,” kata Anwar.

Program ini juga menjadi ajang bagi siswa untuk berkompetisi, dengan hadiah menarik bagi pemenang. Hal ini bertujuan untuk memotivasi mereka untuk terus berinovasi dan memiliki karakter maju.
Para siswa merasa senang bisa memperoleh pengetahuan baru, terutama dalam pembuatan produk seperti Black Forest dan Chiffon Cake, yang belum pernah mereka pelajari sebelumnya.
“Alhamdulillah senang banget, karena belum pernah bikin produk cake. Apalagi teknik pound cake, sponge cake, dan chiffon cake. Ilmu yang benar-benar baru buat kami,” kata Elena dan Aira, siswa kelas XI SMKN 2 Pandeglang.
Bogasari Mengajar di SMKN 2 Pandeglang adalah salah satu dari berbagai upaya Bogasari untuk mendukung pendidikan di Indonesia. Selain pelatihan di bidang bakeri, Bogasari juga menawarkan program magang, praktik kerja lapangan, pelatihan di Bogasari Baking Center (BBC), serta peluang penelitian skripsi.
“Bogasari berkomitmen tidak hanya tumbuh dalam industri makanan, tapi juga tumbuh bersama dengan dunia pendidikan,” ujar Anwar. [suf]






