Sleman (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya bersiap menantang PSBS Biak dalam laga krusial pekan kesepuluh Super League 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Jumat (24/10/2025) sore.
Setelah menelan pil pahit kekalahan 1–3 dari Persija Jakarta di kandang, Bajul Ijo bertekad bangkit dan mengamankan tiga poin di laga tandang ini. Di sisi lain, PSBS Biak, yang masih paceklik kemenangan dalam tiga laga terakhir, siap tampil habis-habisan di kandang.
Kekalahan dari Persija di pekan sebelumnya meninggalkan luka bagi Persebaya. Pemain bertahan asal Brasil, Leo Lelis, mengakui timnya kecolongan di situasi bola mati dan kurang beruntung meski sudah bermain maksimal.
“Kami belajar dari kesalahan kemarin. Fokus kami sekarang adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi PSBS,” ujar Lelis dengan nada optimistis.
Ia menegaskan bahwa setiap laga adalah final bagi timnya, dan mereka tak boleh lengah meski diunggulkan secara kualitas pemain.
Namun, PSBS Biak bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim asuhan Divaldo Alves ini bertekad menyerang sejak menit pertama untuk meraih kemenangan perdana atas Persebaya.
“Kami akan main full attacking, seperti mendaki gunung—sulit, tapi kami siap ambil risiko,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Meski di atas kertas Persebaya lebih unggul, semangat juang PSBS dan dukungan suporter di Maguwoharjo bisa menjadi ancaman nyata.
Pelatih Persebaya, Eduardo Perez Moran, menyerukan sikap positif kepada anak asuhnya. “Kami harus fokus, bekerja keras, dan melupakan kekalahan sebelumnya,” kata pelatih asal Spanyol ini.
Saat ini, Persebaya bertengger di posisi kesebelas klasemen Super League dengan sepuluh poin, sementara PSBS Biak masih berjuang di papan bawah.
Laga ini menjadi panggung bagi kedua tim untuk membuktikan diri. Persebaya ingin menunjukkan bahwa kekalahan dari Persija hanyalah batu sandung, sementara PSBS Biak berambisi menggebrak dengan permainan menyerang. [faw/aje]






