Jombang (beritajatim.com) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang menggelar Job Fair atau Bursa Kerja yang berlangsung pada Jumat, 24 Oktober 2025, di alun-alun setempat.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Jombang Festival (Jomfest) 2025, yang bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran di daerah tersebut. Job fair kali ini diikuti oleh 37 perusahaan yang menawarkan 2.900 lowongan pekerjaan, seperti yang disampaikan oleh Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang.
“Silakan mendaftar hari ini di Alun-alun Jombang. Kita buka 2.900 lowongan kerja dari 37 perusahaan yang ada di Jombang,” ujar Isawan Nanang dalam keterangan persnya. Isawan menambahkan bahwa event ini tidak hanya bertujuan memberikan peluang kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas tenaga kerja di Jombang.
Salah satu perusahaan yang ikut serta dalam job fair adalah PT Aksha Karunia Mill, sebuah perusahaan penghasil kayu lapis yang berlokasi di Kecamatan Mojowarno. PT Aksha Karunia Mill membuka lowongan sebanyak 100 posisi untuk berbagai tenaga kerja.
Ana Damaiwati, HRD PT Aksha Karunia Mill, mengungkapkan, “Kami hadir di Job Fair, kurang lebih seratus lowongan yang kami buka,” menegaskan bahwa perusahaan membutuhkan tenaga kerja potensial untuk mengisi berbagai posisi.
Job fair yang digelar oleh Pemkab Jombang ini juga dimeriahkan oleh karier expo yang melibatkan 8 perguruan tinggi setempat. Selain itu, Disnaker Jombang juga menghadirkan lembaga pelatihan kerja yang telah menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Jombang.
“Kami juga menghadirkan lembaga pelatihan kerja, akan ada MoU antara lembaga pelatihan kerja yang ada di Jombang dengan perusahaan di Jombang, ini menunjukkan bahwa lembaga pelatihan kerja di Jombang sudah bisa memenuhi standar kualifikasi di perusahaan, ini suatu kemajuan,” jelas Isawan.
Isawan menegaskan bahwa job fair ini menjadi bukti bahwa perusahaan di Jombang membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, Disnaker terus berupaya memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan etos kerja para pencari kerja.
“Kami dinas tenaga kerja terus berupaya untuk bisa memberikan pelatihan dengan harapan ada pengetahuan juga keterampilan sesuai dengan etos kerja di perusahaan,” tambahnya. [suf]






