Surabaya (beritajatim.com) — Lanskap perekrutan kerja di Indonesia kembali mengalami transformasi besar. Dalam acara peluncuran inovasi terbarunya, platform Jobstreet by SEEK melakukan pembaruan produk yang lebih canggih dengan menggunakan teknologi AI.
Acara yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (23/10/2025), ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Wisnu Dharmawan, Sales Director Jobstreet by SEEK Indonesia, dan Kartini Priyadarsini, Branch Manager Surabaya. Keduanya memaparkan bagaimana pembaruan teknologi berbasis SEEK AI siap mempercepat proses pencocokan antara perusahaan dan pencari kerja secara lebih akurat dan efisien.
Pembaruan kali ini bukan sekadar perbaikan sistem, melainkan revolusi cara kerja ekosistem rekrutmen digital di Indonesia. SEEK AI hadir sebagai mesin kecerdasan buatan yang mampu mempelajari pola kebutuhan perusahaan, menilai kesesuaian kandidat, dan memberikan hasil pencocokan yang jauh lebih presisi.
“Setelah berhasil menyediakan 1 juta iklan lowongan pekerjaan dalam platform Jobstreet by SEEK sejak 1 tahun diluncurkannya gerakan #NextMillionJobs, hari ini Jobstreet by SEEK meluncurkan upgrade terbesar teknologi pencocokan berbasis AI antara kandidat dan lowongan pekerjaan untuk menyelesaikan tantangan terbesar dalam proses rekrutmen, yaitu mendapatkan kandidat yang tepat dengan cepat,” ungkap Wisnu.

Adapun teknologi ini menggabungkan AI, data, dan verifikasi kredensial, dinilai dapat menghasilkan sistem pencocokan high-fit yang mempercepat proses penyaringan kandidat. Fitur Reference Check juga diperkenalkan untuk memastikan integritas data pelamar.
Bagi pemberi kerja (hirer), teknologi baru ini berarti efisiensi waktu dan peningkatan kualitas kandidat. Proses shortlisting kini dapat dilakukan dalam hitungan jam, bukan hari. Sementara bagi pencari kerja (candidate), fitur SEEK Pass memudahkan verifikasi kredensial dan menampilkan badge “Sangat Berminat” yang meningkatkan peluang mereka hingga tiga kali lipat untuk masuk daftar kandidat terpilih.
“Dengan teknologi digital, kandidat maupun perusahaan mempunyai kemungkinan lebih besar mendapatkan pekerjaan dan karyawan melalui SEEK dibanding cara lain,” jelas Wisnu.
Terlebih karena pihaknya juga melakukan upgrade dari waktu ke waktu.
“Mulai dari upgrade platform global dari dan ke 8 negara di Asia Pasifik, akses platform Fremium (membuka akses untuk semua bisnis beriklan gratis), hingga pencocokan dengan teknologi AI jadi lebih tepat dan cepat,” jelasnya.
Kartini Priyadarsini pun turut menjelaskan bahwa inovasi SEEK AI bertumpu pada tiga pilar utama: data, teknologi, dan kredibilitas.
“Dengan AI, kami mampu menargetkan kandidat berdasarkan lokasi, keahlian, hingga potensi high fit, meningkatkan peluang lolos kualifikasi hingga tiga kali lipat,” ujarnya.
Adapun pembaruan ini mencakup tiga tipe iklan — Basic, Advanced, dan Premium — yang memungkinkan perusahaan menyesuaikan strategi rekrutmen sesuai kebutuhan dan anggaran. (fyi)






