Surabaya (beritajatim.com)- Banyak orang punya kebiasaan praktis: mencuci beras langsung di panci bagian dalam penanak nasi. Alasannya jelas lebih cepat, lebih sedikit cucian, dan bisa langsung menanak setelah dibilas.
Tapi ternyata, kebiasaan ini bisa membawa dampak yang tidak disadari bagi tubuh dan alat masak.
Bagian dalam penanak nasi biasanya dilapisi bahan antirekat agar nasi tidak lengket. Saat beras dicuci langsung di dalamnya, butiran beras yang keras bisa menggores lapisan tersebut sedikit demi sedikit.
Lama-kelamaan, lapisan ini bisa mengelupas dan membuat logam di bawahnya, seperti aluminium atau baja tahan karat, ikut terpapar.
Nah, kalau lapisan sudah terkelupas, serpihan halus dari logam itu bisa ikut tercampur saat memasak nasi. Tubuh memang bisa mengeluarkan sebagian besar zat logam lewat ginjal, tapi jika terus-menerus terpapar, ada risiko zat itu menumpuk dalam tubuh dan mengganggu fungsi organ, bahkan bisa berdampak pada kesehatan otak dalam jangka panjang.
Selain soal kesehatan, mencuci beras di dalam panci juga bisa memperpendek umur penanak nasi. Lapisan antirekat yang rusak membuat nasi lebih mudah gosong dan panci lebih cepat berkarat. Akibatnya, kamu mungkin harus mengganti panci bagian dalam lebih cepat dari seharusnya.
Jadi, sebaiknya biasakan mencuci beras di wadah terpisah seperti mangkuk besar atau baskom. Setelah beras bersih, baru pindahkan ke penanak nasi untuk dimasak. Hindari juga memakai sendok logam saat menyendok nasi, dan gunakan spons lembut saat mencuci panci agar lapisannya awet lebih lama.
Kebiasaan kecil ini mungkin terlihat sepele, tapi bisa membuat penanak nasi lebih tahan lama dan menjaga kesehatan tubuhmu juga. (Imelda Faizza)






