Blitar (beritajatim.com) – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Blitar. Hanya dalam hitungan sepekan, empat peti jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Bumi Penataran setelah meninggal dunia di luar negeri.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar memastikan keempat pahlawan devisa tersebut meninggal dunia karena sakit, bukan kecelakaan kerja, dan seluruhnya merupakan pekerja legal.
Pemulangan teranyar adalah jenazah Puji Mulyati, PMI asal Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, yang tiba di rumah duka pada Sabtu (18/10) malam. Tiga jenazah lainnya tiba berturut-turut pada 15 dan 16 Oktober.
“Untuk bulan ini sudah ada empat pemulangan jenazah PMI asal Kabupaten Blitar,” ujar Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Ivong Bertyanto, Minggu (19/10).
Ivong merinci, Puji Mulyati meninggal dunia di Hong Kong karena pendarahan otak pada 14 September 2025. Almarhumah sempat dirawat di Pamela Youde Nethersole Eastern Hospital.
Laporan resmi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong juga mencatat bahwa almarhumah Puji Mulyati tercatat sebagai pengaju suaka (asylum seeker) ke negara ketiga.
Proses pemulangan jenazah Puji Mulyati memakan waktu sekitar satu bulan dan dikoordinasikan oleh KJRI, PP2MI, serta pemerintah daerah. Jenazah tiba di Bandara Juanda, Surabaya, pada Sabtu (18/10) sekitar pukul 19.12 WIB. Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, jenazah langsung diberangkatkan menuju Blitar dan tiba di rumah duka sekitar pukul 23.55 WIB.
Pemulangan ini mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak. Sejumlah relawan pemerhati PMI, termasuk figur publik Uya Kuya dan Mrs. Yuni, turut memfasilitasi dan membantu proses sejak awal.
“Seluruh proses pengantaran ke rumah duka difasilitasi oleh relawan,” tambah Ivong.
Bahkan, setibanya di rumah duka, jenazah disambut langsung oleh keluarga yang diwakili ayah angkatnya, Sukarno. Anggota DPR RI Uya Kuya dan Rachid Pan Sandik juga turut hadir mendampingi keluarga yang berduka.
“Keluarga sudah mengikhlaskan. Kami dari pemerintah daerah menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya,” ucap Ivong.
Pihak Disnaker kini terus berkoordinasi dengan PP2MI untuk memastikan seluruh hak-hak keluarga PMI yang meninggal dapat terpenuhi, termasuk terkait klaim dan kelengkapan dokumen.
Diketahui, empat jenazah PMI yang dipulangkan bulan ini berasal dari beberapa negara. Satu warga asal Kecamatan Ponggok dipulangkan dari Jepang. Sementara tiga lainnya, termasuk Puji Mulyati, dipulangkan dari Hong Kong dan berasal dari Kecamatan Nglegok, Sutojayan, serta Kademangan. [owi/aje]






