Gresik (beritajatim.com)- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik terus memperkuat sarana infrastruktur untuk menunjang aktivitas industri dan logistik.
Salah satu proyek strategis yang sedang digarap adalah pembangunan jalan utama selebar 80 meter atau ROW 80 yang menghubungkan langsung kawasan industri dengan pelabuhan laut dalam JIIPE. Panjang ruas jalan tersebut mencapai sekitar tiga kilometer dari kawasan industri menuju pelabuhan.
Direktur Utama Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola JIIPE, Bambang Soetiono, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas logistik di Jawa Timur.
“Infrastruktur ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan konektivitas logistik yang cepat, efisien, dan berkelanjutan di Jawa Timur,” katanya, Jumat (17/10/2025).
Ia menambahkan, jalan utama tersebut dirancang dengan konsep modern dan sistem lalu lintas terencana untuk menopang pergerakan logistik industri berskala besar.
“Nantinya jalan ini dirancang untuk menopang pergerakan logistik industri berskala besar, termasuk angkutan berat (heavy cargo). Dengan desain yang modern dan sistem lalu lintas terencana, guna mempercepat arus distribusi barang dari kawasan industri menuju pelabuhan, sekaligus meningkatkan efisiensi ekspor,” ujarnya.
Menurut Bambang, keberadaan akses jalan ini tidak hanya memperpendek jarak antara pabrik dan pelabuhan, tetapi juga memperkuat daya saing tenant dan ekosistem industri di JIIPE.
“Dengan tersambungnya kawasan industri dan pelabuhan hanya dalam jarak sekitar tiga kilometer, JIIPE kini memiliki rantai logistik terintegrasi yang mempercepat waktu tempuh,” ungkapnya.
Saat ini tercatat sudah ada 31 tenant yang beroperasi di kawasan JIIPE, terdiri dari perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Beberapa di antaranya adalah industri smelter PT Freeport Indonesia (PTFI), PT Clariant Indonesia yang bergerak di bidang produksi kimia khusus, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk produsen roti, dan PT AKR Corporindo Tbk yang memproduksi bahan bakar gas alam.
Pada tahun 2025, KEK JIIPE menargetkan nilai investasi sebesar Rp11,2 triliun, dengan realisasi hingga saat ini mencapai sekitar 46 persen. Proyek infrastruktur jalan utama ROW 80 tersebut diharapkan menjadi salah satu katalis utama untuk menarik minat investor baru serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Gresik dan sekitarnya. [dny/ian]






