Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, perjuangan Marsinah sebagai aktivis buruh yang memperjuangkan hak-hak pekerja layak mendapat pengakuan negara sebagai simbol keadilan sosial dan keberanian perempuan di dunia kerja.
“Pengangkatan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional memiliki makna yang sangat besar bagi pergerakan buruh yang selama ini terus berjuang mewujudkan keadilan sosial. Teladan Marsinah sekaligus menyimbolkan perjuangan kesetaraan kaum perempuan dalam ruang publik,” ujar Deni, Jumat (17/10/2025).
Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang ditemukan meninggal dunia secara tragis pada 8 Mei 1993 di hutan Dusun Jegong, Wilangan, Nganjuk. Ia diduga menjadi korban penculikan dan penyiksaan setelah menggelar aksi menuntut kenaikan upah di salah satu perusahaan di Sidoarjo.
“Marsinah adalah simbol keberanian dan konsistensi seorang perempuan muda dalam memperjuangkan keadilan di tengah tekanan kekuasaan. Cita-cita perjuangannya akan terus hidup di antara mesin-mesin pabrik dan keringat kaum pekerja,” ujar Deni.
Marsinah lahir di Nganjuk pada 10 April 1969 dan dikenal gigih mengorganisasi aksi buruh untuk menuntut perbaikan upah serta kondisi kerja yang manusiawi. Kematian Marsinah mengguncang publik dan mendapat perhatian luas, baik nasional maupun internasional.
Deni menyebut, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah akan memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya solidaritas pekerja. Langkah tersebut, katanya, bukan sekadar penghormatan historis, tetapi juga dorongan moral untuk memperjuangkan hak-hak buruh yang masih terpinggirkan.
“Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah bukan akhir dari perjuangan, melainkan suntikan semangat baru untuk pembenahan struktural dan perbaikan sistemik dalam dunia ketenagakerjaan,” tegasnya.
Menurut Deni, perjuangan Marsinah tetap relevan dengan kondisi saat ini, di mana kesejahteraan buruh, jaminan sosial, dan keselamatan kerja masih menjadi persoalan utama. Karena itu, DPRD Jawa Timur akan mendorong agar pengusulan tersebut segera disetujui oleh pemerintah pusat.
“Harapan kami, momentum ini menjadi pendorong agar legislatif, eksekutif, dan seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur terus bergotong royong memperjuangkan kehidupan pekerja yang lebih layak,” tutur Deni.
Diketahui, proses pengusulan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional telah berjalan sejak 2022. Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk menyiapkan dokumen akademik yang kini telah diserahkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
“Langkah Pemkab Nganjuk dan dukungan Presiden Prabowo Subianto pada 1 Mei lalu menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak boleh melupakan jasa seorang perempuan muda yang gugur dalam perjuangan menegakkan keadilan,” tutup Deni Wicaksono. [asg/kun]






