Malang (beritajatim.com)- Warga Desa Sonowangi, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, segera menikmati air bersih dari dari proyek Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Provinsi Jawa Timur.
Kepala Desa Sonowangi, Yadiono menerangkan, selama dua tahun proyek disitu belum bisa dimanfaatkan. Pihaknya selalu mencari solusi terkait kendala yang terjadi pada proyek senilai Rp 4 miliyar lebih ketika itu.
Selain mencari terobosan internal ke dinas terkait dan Bupati Malang HM. Sanusi, dirinya juga meminta bantuan media agar keberadaan proyek air baku segera bisa difungsikan bagi masyarakat.
Alhasil, selang sekitar 10 hari setelah diberitakan, akhirnya petugas dari BBWS Provinsi Jawa Timur turun langsung ke lokasi.
“Dengan pekerjaan yang begitu singkat selama dua hari, Alhamdulilah, air dari baku sungai itu saat ini mengalir dan segera dimanfaatkan oleh warga,” ungkap Yadiono, Kamis (16/10/2025).
Dijelaskan Yadiono, seperti tertuang dalam berita acara pengaliran air Rabu (8/10/2025)lalu. Setelah dilakukan perbaikan, pemeriksaan bersama perwakilan warga Sonowangi yaitu KP SPAMS Pengging Wangi, Kepala Desa Sonowangi, PPK air tanah dan air baku 1 BBWS Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh pengawas pelaksana pekerjaan.
Dimana sudah dilakukan perbaikan ringan. Seperti penggantian minyak pelumas, filter minyak pelumas, filter bahan bakar solar batrei (Accu) untuk pompa dengan mesin diesel. Selain itu, juga penggantian minyak pelumas untuk pompa turbin.
Dalam berita acara yang ditandatangani oleh Kepala Desa Sonowangi, KP SPAMS Didit Aditama dan semua pihak menyatakan, kedua jenis pompa yaitu pompa utama dengan penggerak turbin dan pompa cadangan yaitu pompa penggerak mesin diesel sudah berfungsi dengan baik.
Dengan demikian, dari pihak perwakilan warga Sonowangi telah menerima dan memanfaatkan hasil dari pekerjaan pembangunan penyediaan air baku tersebut
Yadiono melanjutkan, hari ini berlangsung serah terima proyek dari BBWS Provinsi Jawa Timur kepada Pemkab Malang dan berlanjut ke Pemdes Sonowangi.
Setelah proyek ini betul-betul normal, sambung Yadiono, yang pertama adalah, mengingat air bersih di desa setempat sangat dibutuhkan, Pemdes Sonowangi juga harus menyiapkan anggaran.
“Karena untuk aliran air dari penampungan menuju Sambungan Rumah (SR) itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa,” pungkasnya. [yog/aje]






